Kamis 25 November 2021, 14:13 WIB

DPR Beri Lampu Hijau Soal Rencana IBC Akusisi Perusahaan Mobil Listrik Jerman

 Insi Nantika Jelita | Ekonomi
DPR Beri Lampu Hijau Soal Rencana IBC Akusisi Perusahaan Mobil Listrik Jerman

Ist/DPR
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung.

 

KOMISI VI DPR memberikan lampu hijau terkait rencana PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) yang akan membeli perusahaan kendaraan listrik asal Jerman, StreetScooter.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung menuturkan, pihaknya sudah memberikan dukungan atas berdirinya IBC sebagai holding perusahaan pabrik baterai listrik milik Indonesia yang terdiri atas 4 BUMN, yaitu MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Pertamina, dan PT PLN.

"Terkait akuisisi, kami memberikan kesempatan untuk mencari langkah yang terbaik. Informasinya, semuanya masih berproses. Mungkin setelah lebih firmed (tegas), Kementerian BUMN dan IBC akan melaporkannya kepada Komisi VI," jelasnya kepada Media Indonesia, Kamis (25/11).

Martin menuturkan, sampai saat ini IBC belum melaporkan secara resmi rencana akuisisi perusahaan kendaraan listrik Jerman itu. Namun, hal itu dianggap tidak mendesak disampaikan ke Komisi VI dalam waktu dekat.

"Ya kita tunggu saja dulu. Kecuali ada hal yang mendesak. Ini kan informasinya masih berproses," katanya.

Politikus NasDem itu menegaskan, Indonesia sudah harus masuk ke industri motor atau mobil listrik untuk bersaing global. Dia menyebut, Vietnam dan Thailand bahkan sudah memulai menjalankan industri tersebut.

Dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Indonesia, Martin mendorong pemerintah agar tidak lagi lambat menangkap peluang investasi kendaraan listrik.

"Kita tentu tidak ingin kalah dengan negara-negara lain, apalagi Indonesia justru kaya akan nikel yang menjadi bahan utamanya. Agar nilai tambahnya lebih besar, kita tidak boleh berhenti hanya di baterai, tapi juga harus masuk ke kendaraan listriknya," pungkasnya.

Sebelumnya, Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyampaikan keberatannya soal niat IBC yang bakal membeli perusahaan StreetScooter.

Menurut Ahok, dari hasil due diligence atau uji tuntas untuk penyelidikan atas investasi potensial ke perusahaan itu tidak layak.

"Dari hasil due diligence tidak cocok untuk akuisisi. Ini Banyak PR (pekerjaan rumah)," tutur Ahok kepada Media Indonesia, Rabu (24/11).

Adapun, nilai transaksi akuisisi dikabarkan sebesar US$170 juta. Santer diberitakan rencana akuisisi itu mendapat pertentangan dari sejumlah internal pejabat di IBC. (Ins/OL-09)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Ini Delapan Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Desember 2021, 10:10 WIB
Ciri-ciri pinjaman online ilegal yang patut dipahami seluruh masyarakat Indonesia adalah sebagai...
Ant/ndrianto Eko Suwarso

Apindo Minta Perbaikan UU Cipta Kerja Secepatnya Demi Kebaikan Bersama

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 01 Desember 2021, 07:40 WIB
PEMERINTAH dan DPR diminta menyelesaikan perbaikan Undang Undang 11/2020 tentang Cipta Kerja sesegera...
dok.Ant

Emas Turun 8,7 dolar Usai Powell beri Pernyataan "hawkish"

👤Muhamad Fauzi 🕔Rabu 01 Desember 2021, 07:05 WIB
HARGA Emas mengalami penurunan harga cepat pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (1/12), investor terpaku kepada pernyataan yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya