Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo meminta seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah mempercepat serapan APBN 2021. Kepala negara mengatakan, saat ini, realisasi berbagai anggaran masih belum maksimal.
Sebagai contoh, penyaluran dana perlindungan sosial baru mencapai 77%. Realisasi program padat karya baru sebesar 67% dan dukungan untuk UMKM dan korporasi 60%. Celakanya, pergantian tahun tinggal menyisakan enam pekan.
Baca juga: Presiden: APBN 2022 harus Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
"Ini sudah November, masuk ke Desember. Percepat realisasi APBN dan APBD. Seluruh kementerian dan lembaga harus konsentrasi mempercepat realisasi," ujar Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (17/11).
Ia juga secara khusus menginstruksikan Menteri Dalam Negeri untuk mendorong pemerintah daerah mempercepat serapan APBD.
"Tekankan kepada mereka bahwa APBD ini penting untuk pertumbuhan ekonomi kita," tegas mantan wali kota Solo itu.
(OL-6)
Hingga akhir tahun 2025, penerimaan pajak baru mencapai 87,6% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Karena coretax berjalan belum sesuai perencanaan awal. Sehingga hal ini justru menyebabkan penerimaan pajak tersendat.
Kebijakan peningkatan belanja pada 2025 sudah berada di jalur yang tepat. Namun, tantangan besar ke depan adalah memastikan efektivitasnya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bonus atlet SEA Games Thailand senilai Rp480 miliar bersumber dari APBN, bukan uang pribadi Presiden. Peraih emas terima Rp1 miliar.
DEFISIT fiskal Indonesia pada 2025 tercatat melebar melampaui target pemerintah, seiring percepatan belanja negara di penghujung tahun dan lemahnya kinerja penerimaan.
Suahasil menyebut bahwa realisasi PNBP 2025 yang mencapai Rp534,1 triliun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi PNBP 2024 tang mencapai Rp584,4 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved