Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOMI wilayah Palestina menunjukkan tanda-tanda pemulihan tetapi masih menghadapi tantangan serius. Tantangan itu termasuk pengangguran yang sangat tinggi dan kondisi sosial yang memburuk di Gaza. Bank Dunia mengatakan hal tersebut, Selasa (9/11).
"Pada paruh pertama 2021, pertumbuhan ekonomi Palestina mencapai 5,4% dan diperkirakan mencapai 6% tahun ini," kata Bank Dunia dalam suatu laporan. Namun, pertumbuhan ekonomi pada 2022 diprediksi melambat menjadi sekitar 3%.
"Jalan ke depan masih belum pasti," kata Kanthan Shankar, Direktur Bank Dunia untuk Tepi Barat dan Gaza, Palestina. Ia menambahkan bahwa kemajuan tergantung pada tindakan terkoordinasi oleh semua pihak dalam merevitalisasi ekonomi dan menyediakan kesempatan kerja bagi penduduk muda.
Jalur Gaza terpukul keras selama 11 hari konflik dahsyat dengan Israel pada Mei. Ekonomi juga dipengaruhi oleh pembatasan yang diberlakukan untuk membendung penyebaran virus korona.
Di Gaza, daerah kantong Palestina berpenduduk dua juta orang yang dikendalikan oleh Islamis Hamas, pengangguran mencapai 45%. Tingkat kemiskinan telah meningkat menjadi 59% dari 43% lima tahun lalu. "Kondisi kehidupan yang mengerikan dan ketergantungan yang tinggi pada bantuan sosial rakyat Gaza menjadi perhatian khusus," kata Shankar.
Di Tepi Barat yang diduduki Israel, tingkat pengangguran sekitar 17%. "Situasi fiskal Otoritas Palestina (PA) tetap sangat menantang dan tidak lagi dapat meminjam dari bank domestik," kata Bank Dunia.
Baca juga: Israel Klaim Jatuhkan Drone Hamas dari Gaza
Defisit PA diperkirakan mencapai US$1,36 miliar pada 2021. Bank Dunia meminta para donor untuk membantu mengurangi defisit anggaran dan transfer sistematis pendapatan yang diperoleh Israel dari bisnis yang beroperasi di Area C Tepi Barat dalam kendali Israel di bawah Kesepakatan Oslo 1995. "Melepaskan sebagian dari dana ini akan memberikan pembiayaan cepat yang sangat dibutuhkan di masa-masa sulit ini," tambahnya. (AFP/OL-14)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menilai keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace yang diinisiasi Amerika Serikat sebagai langkah tepat.
Serangan Israel yang membabi buta terhadap lembaga-lembaga UNRWA di Palestina mengancam penghentian tugas kemanusiaan mereka bagi sebagian besar warga Palestina.
Simak biografi lengkap Nabi Ishaq AS, putra Nabi Ibrahim yang menjadi bapak Bani Israil. Teladan kesabaran, mukjizat kelahiran, dan sejarah dakwahnya.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) belum menerima informasi soal pembukaan kembali penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza-Mesir dan masih berkomunikasi dengan otoritas Israel.
Indonesia tidak lagi hanya bertindak sebagai pendukung pasif, melainkan mengambil peran krusial dalam menengahi konflik demi hak-hak rakyat Palestina.
Mahkamah Agung Israel menunda putusan petisi FPA. Zionis bersikeras melarang jurnalis asing masuk Gaza dengan alasan keamanan meski perang sudah berjalan dua tahun.
Harga komoditas global diproyeksikan turun ke level terendah dalam enam tahun pada 2026.
Langkah ini tidak hanya mendekatkan pengolahan sampah ke sumbernya, namun juga berkontribusi dalam mengurangi beban TPA dan mendukung ekonomi sirkular.
Pemerintah memastikan tidak akan mengadopsi data kemiskinan yang dirilis Bank Dunia.
AWAL April 2025, Bank Dunia melalui Macro Poverty Outlook menyebutkan pada tahun 2024 lebih dari 60,3% penduduk Indonesia atau setara dengan 171,8 juta jiwa hidup di bawah garis kemiskinan.
Di balik status Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah ke atas, Bank Dunia mengungkapkan fakta mencengangkan: 60,3% dari total populasi Indonesia hidup dalam garis kemiskinan
Indonesia diproyeksikan hanya memiliki pertumbuan ekonomi rata-rata 4,8% hingga 2027. Adapun, rinciannya adalah 4,7% pada 2025, 4,8% pada 2026, dan 5% pada 2027.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved