Selasa 02 November 2021, 07:00 WIB

Wamen BUMN: Pendanaan Diperlukan untuk Percepat Transisi Energi

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Wamen BUMN: Pendanaan Diperlukan untuk Percepat Transisi Energi

ANTARA/ Achmad Subaidi
Ilustrasi

 

Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury menyebut banyak upaya untuk mempercepat transisi energi, salah satunya melalui pendanaan investasi yang ramah lingkungan.

Dalam acara Impact Investing Forum featuring Indonesia Impact Fund Kadin yang digelar di sela COP26 yang ditayangkan secara daring, Senin (1/11) malam, Pahala pun mendorong lembaga keuangan global untuk bisa ikut berkolaborasi untuk bisa membantu Indonesia melakukan transisi energi sebagaimana target pada tahun 2030.

"Tantangannya besar, hanya mungkin bisa dilakukan jika berbagai institusi bekerja sama, termasuk lembaga keuangan. Kita butuh mekanisme, dalam hal ini kita bisa mendapatkan bantuan pendanaan apa pun," katanya.

Pahala menyebut PLN pun akan menandatangani bantuan pendanaan dari Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk mendukung transisi energi.

"Saya rasa hal seperti itu (bantuan pendanaan) bisa dilakukan Bank Dunia, UNFCCC, ADB, begitu pula lembaga keuangan komersial untuk bisa bekerja sama," katanya.

Acara forum IIF 2021 atau Impact Investing Forum merupakan kegiatan yang diiniasiasi oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta pemerintah Indonesia di sela sesi Konferensi Para Pihak atau Conference of Parties (COP) Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Framework Convention on Climate Change) Ke-26 atau COP26 di Glasgow, Skotlandia.

Kadin Indonesia berpartisipasi sebagai delegasi Indonesia dalam di KTT tentang perubahan iklim tersebut. Kadin ditunjuk sebagai mitra pemikiran (thought partner) pemerintah Indonesia dalam negosiasi COP26 dan memiliki kesempatan untuk memperlihatkan keterlibatan aktif sektor swasta Indonesia dalam mencapai komitmen perubahan iklim di panggung internasional.

Sebelumnya, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid telah menegaskan komitmennya untuk siap berperan aktif dalam membantu pemerintah Indonesia untuk penuhi komitmen perubahan iklim.

Dalam hal ini, Kadin akan mengajak seluruh komponen pihak swasta, baik itu perusahaan besar maupun UMKM, untuk berkolaborasi dalam membangun Agenda Net Zero untuk membantu pemerintah dalam mencapai Net Zero Indonesia pada tahun 2060.

Indonesia telah mengumumkan komitmennya terhadap inisiatif perubahan iklim global, yaitu pencapaian net-zero emission pada tahun 2060 serta Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional (Nationally Determined Contribution/NDC) yang menuangkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen (tanpa syarat) dan hingga 41 persen (bersyarat) tertahap business as usual pada tahun 2030. (Ant/OL-12)

Baca Juga

DOK BNI

BNI JJF 2022 Makin Pecah, BNI Pamerkan Metaverse hingga Siapkan Hadiah iPhone 13 Pro

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 14:18 WIB
Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies menuturkan bahwa animo masyarakat terhadap gelaran acara ini sangat...
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Mendag: Dorong Pemulihan Ekonomi yang Inklusif

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 26 Mei 2022, 14:14 WIB
Menurut Muhammad Lutfi, transformasi digital telah berkontribusi pada ketahanan nilai global dan rantai pasokan, mengurangi biaya dalam...
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Mendag: Kolaborasi Amerika Latin dan Asia Pasifik Kunci Pemulihan Bersama

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 26 Mei 2022, 14:06 WIB
Kolaborasi kedua kawasan tersebut diyakini dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya