Kamis 21 Oktober 2021, 16:29 WIB

Penyaluran Kredit di Triwulan III Melambat, Namun Meningkat di Triwulan IV

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Penyaluran Kredit di Triwulan III Melambat, Namun Meningkat di Triwulan IV

Antara
Pekerja memproduksi kerajinan rotan di wilayah Jakarta.

 

SURVEI Bank Indonesia mengindikasikan secara triwulanan (qtq), penyaluran kredit baru pada triwulan III 2021 melambat dari periode sebelumnya. 

Hal ini terindikasi dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada triwulan III 2021 sebesar 20,9%, atau lebih rendah dibandingkan 53,9% pada triwulan sebelumnya. Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit baru terindikasi pada seluruh jenis kredit.

Lalu, terindikasi dari SBT yang tercatat positif pada kredit investasi (SBT 34,4%) dan kredit konsumsi (SBT 49,8%). Secara sektoral, penyaluran kredit baru tertinggi pada sektor konstruksi, dengan SBT sebesar 55,8%. Kemudian, diikuti sektor pertanian, perburuan dan kehutanan, serta sektor industri pengolahan dengan SBT masing-masing sebesar 55,7% dan 48,9%.

Baca juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BI Masih Tahan Suku Bunga Acuan

Pada triwulan IV 2021, Bank Indonesia memprakirakan kredit baru tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini terindikasi dari SBT prakiraan permintaan kredit baru pada triwulan IV 2021 sebesar 90,9%, atau lebih tinggi dibandingkan 20,9% pada triwulan sebelumnya. 

Adapun perkiraan pertumbuhan itu mengindikasikan kinerja pembiayaan yang semakin membaik pada triwulan IV 2021. "Prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru triwulan IV 2021 adalah kredit modal kerja. Diikuti oleh kredit investasi dan kredit konsumsi," jelas Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, Kamis (21/10).

Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit kepemilikan rumah/apartemen masih menjadi prioritas utama. Itu diikuti oleh penyaluran kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor. Berdasarkan sektor, penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2021 diprioritaskan pada sektor perdagangan besar dan eceran, kemudian industri pengolahan dan konstruksi.

Baca juga: Perbankan Diminta Identifikasi UMKM yang Bisa Disalurkan Kredit

Kebijakan penyaluran kredit triwulan IV 2021 diprediksi lebih longgar dibandingkan triwulan sebelumnya. Sejalan dengan prakiraan meningkatnya pertumbuhan kredit baru, kebijakan penyaluran kredit pada triwulan IV 2021 juga diprediksi lebih longgar dibandingkan periode triwulan sebelumnya.

Hal ini terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) minus 0,4%, atau lebih rendah dibandingkan 2,0% pada triwulan sebelumnya. Standar penyaluran kredit yang lebih longgar dibandingkan triwulan sebelumnya diperkirakan terjadi pada kredit konsumsi (selain KPR) dan kredit modal kerja.

Sementara itu, aspek kebijakan penyaluran kredit yang diprakirakan lebih longgar dibandingkan triwulan sebelumnya. Dalam hal ini, mencakup jangka waktu, suku bunga dan biaya persetujuan kredit.(OL-11)

 

 

 

Baca Juga

Ist

Sandiaga: Santri Digitalpreneur Tingkatkan Kapasitas SDM dan Buka Lapangan Kerja

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Desember 2021, 09:29 WIB
Dalam menghadapi era industri 4.0 yang serba digital, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang profesional, kempetitif, dan...
Dok Kemenparekraf

Sertifikasi CHSE di Lokasi Wisata Kini Dilengkapi SNI

👤Iis Zatnika 🕔Minggu 05 Desember 2021, 06:00 WIB
Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Skema Akreditasi CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety & Environment Sustainability) untuk sektor...
Dok. Pribadi

Basuki Tjahaja Purnama Dinilai Cocok Pimpin Badan Pangan Nasional

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 23:51 WIB
BTP memiliki kapasitas dan kepemimpinan yang kuat serta komitmen politik dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan kemandirian pangan di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya