Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia memperkirakan tingkat inflasi tetap rendah dan mendukung stabilitas perekonomian. Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2021 tercatat deflasi 0,04% (mtm), sehingga inflasi IHK sampai September 2021 mencapai 0,80% (ytd).
Secara tahunan, inflasi IHK September tercatat 1,60% (yoy), atau sedikit meningkat dari inflasi Agustus 2021 sebesar 1,59% (yoy). Inflasi inti tetap rendah sejalan dengan belum kuatnya permintaan domestik, terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah dan konsistensi kebijakan Bank Indonesia mengarahkan ekspektasi inflasi pada kisaran target.
Adapun inflasi kelompok volatile food melambat disebabkan pasokan barang yang memadai. Sementara itu, inflasi administered prices sedikit meningkat sejalan masih berlanjutnya dampak kenaikan cukai tembakau.
Baca juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BI Masih Tahan Suku Bunga Acuan
"Dengan perkembangan tersebut, inflasi diperkirakan berada di bawah titik tengah kisaran 3% plus minus 1% pada 2021. Terjaga dalam kisaran sasaran 3% plus minus 1% pada 2022," papar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual, Selasa (19/10).
Sedangkan, nilai tukar rupiah terpantau menguat sejalan ketidakpastian pasar keuangan global yang sedikit menurun. Nilai tukar rupiah pada 18 Oktober 2021 menguat 1,44% secara point to point dan 0,33% secara rerata dibandingkan dengan level September 2021.
Baca juga: Tahun Ajaran Baru Punya Andil Besar pada Inflasi Agustus 2021
Penguatan nilai tukar rupiah didorong berlanjutnya aliran masuk modal asing. Hal itu sejalan dengan persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik. Lalu, menariknya imbal hasil aset keuangan domestik, terjaganya pasokan valas domestik dan langkah stabilisasi Bank Indonesia.
"Dengan penguatan tersebut, dibandingkan dengan level akhir 2020, rupiah sampai 18 Oktober 2021 mencatat depresiasi yang lebih rendah menjadi 0,43% (ytd). Relatif lebih baik dibandingkan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lain, seperti India, Malaysia dan Filipina," kata Perry.(OL-11)
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
Meningkatnya kompleksitas teknis konsol gim menjadikan proses perbaikan perangkat hiburan digital sebagai aktivitas berisiko tinggi apabila tidak ditangani secara tepat.
Menurut Niti, tanpa adanya insentif, khususnya untuk mobil listrik, harga kendaraan listrik akan melonjak dan berisiko menurunkan daya beli konsumen.
Di tengah perubahan perilaku konsumen yang kian serba cepat dan berbasis lokasi, perusahaan-perusahaan di Indonesia menghadapi tantangan baru.
Kemendag terus melakukan pengawasan terhadap distribusi barang kebutuhan pokok Minyakita jelang Nataru
PEMILIHAN rumah sakit rujukan dengan standar dan komitmen layanan terbaik yang sama dengan perusahaan asuransi menjadi salah satu penentu kualitas layanan kepada peserta.
KESADARAN masyarakat Indonesia sebagai pasar Muslim terbesar di dunia terhadap pentingnya memilih produk kesehatan yang bersertifikasi halal terus menguat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved