Kamis 14 Oktober 2021, 08:46 WIB

Pendampingan Demplot Petani Menghasilkan Sayuran Berkualitas Tinggi

mediaindonesia.com | Ekonomi
Pendampingan Demplot Petani Menghasilkan Sayuran Berkualitas Tinggi

Ist
Kelompok Tani Jagat Mandiri Desa Cikawari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, menjadi lokasi pendampingan pada kesempatan kali ini.

 

SEKTOR pertanian memiliki peran dalam perkembangan ekonomi di Indonesia. Pertanian sebagai sektor penghasil bahan pangan, sebagai sumber tenaga kerja dan sebagai salah satu penghasil sumber devisa negara.

Oleh karena itu, Kementan, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, melakukan pendampingan demplot petani untuk menghasilkan sayuran berkualitas.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan hal tersebut. "Sektor pertanian harus terus berjalan karena salah satu perannya harus menyediakan pangan bagi 273 juta jiwa penduduk Indonesia dan ini membutuhkan sinergi dan kerja keras dari semua pihak,” tutur Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menyampaikan hal serupa. "Pertanian adalah sektor prioritas dengan jumlah pintu pasar paling banyak di dunia, dan ini membutuhkan peran SDM pertanian yang berkualitas mendukung penyediaan pangan  yang baik,” jelas Dedi dalam keterangannya, Rabu (13/10).

Untuk mendukung hal tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, sebagai salah satu UPT Kementerian Pertanian yang memiliki tugas pokok dan fungsi meningkatkan kapasitas SDM pertanian, telah bekerja sama dengan Taiwan Technical Mission (TTM) dalam Project 'Strengthening Agribusiness Incubation in Bandung' sejak tahun 2015. Pada tahun 2020-2021 fokus kerja sama di bidang pemasaran.

Salah satu kegiatan yang dilakukan di rentang waktu 2 tahun terakhir kerja sama adalah kegiatan pendampingan demplot. Ini bertujuan menghasilkan sayuran berkualitas baik sehingga bisa dipasarkan ke pasar modern dengan harga yang kompetitif. 

Kelompok Tani Jagat Mandiri Desa Cikawari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi lokasi pendampingan pada kesempatan kali ini.

Selasa (12/10)9 Widyaiswara BBPP Lembang, Riyadi Pratiwa, didampingi Counterpart kerja sama, Dewi PS dan Penyuluh Pertanian pendamping kelompok, Djamaludin, memberikan penjelasan tentang  pemupukan kepada 7 orang petani anggota kelompok.

“Saat ini kami melakukan pengamatan kegiatan pemupukan, penyiangan, dan penyulaman tanaman lettuce serta melubangi mulsa untuk persiapan tanam brokoli yang dilakukan anggota kelompok tani di lahan demplot,” jelas Riyadi. 

”Harapannya saat panen lettuce nanti beratnya 400-500 gram per tanaman dan harganya bagus, sehingga kelompok ini bisa menjadi model bagi petani sekitarnya dalam melakukan penanaman lettuce dan brokoli yang baik,” ungkapnya.

Pemupukan yang dilakukan dengan mencampurkan KNO merah 3 kg dengan pupuk organik cair 5 liter, humic acid 150 gram, sedikit micro fertilizer dan mineral dengan air 300 liter. 

Anggota petani berbagi tugas, ada yang menyemprotkan pupuk susulan, ada yang melakukan penyiangan dan penyulaman tanaman, serta melubangi mulsa untuk persiapan tanam brokoli di atas lahan seluas 1.400 m2.

Iwan, 43, salah satu anggota Kelompok Tani Jagat Mandiri mengatakan, kerja sama pihaknya dengan Bina Alumni Visioner Petani Sejahtera (BAVAS) saat ini adalah menanam lettuce dan brokoli. 

"Ada 7.000 tanaman lettuce dan rencana 5.000 tanaman brokoli yang ditanam dan nantinya akan dipasarkan ke Packing House BBPP Lembang,” ujar Iwan. 

“Alhamdulillah atas bimbingan dari Penyuluh Pertanian dan Widyaiswara, semula kami tidak pernah melakukan pengecekan pH tanah, sekarang kami melakukannya sehingga tanaman yang kami tanam tumbuh lebih baik. Kami juga diberikan tips bagaimana pengolahan lahan dan proses pemeliharaan tanaman yang membuat kami lebih paham bagaimana memperlakukan tanaman yang kami budidayakan dengan baik,” katanya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Foto/kemendag.go.id

Indonesia dan Jepang Teken Lima MoU Senilai USD 1,61 Juta

👤Fetry Wuryasti 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 10:22 WIB
Penandatanganan yang disaksikan secara daring oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, dilakukan pada gelaran Trade...
MI/Dwi Apriani

Sandiaga: Milenial Jadi Modal Utama Pengembangan Bisnis Digital

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 10:09 WIB
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), 53% atau sekitar 143 juta masyarakat Indonesia terdiri dari generasi...
ANTARA/Adeng Bustomi

PKS Tuntut Pemerintah Lindungi Petani Ayam Petelur

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 09:19 WIB
Harga telur yang rendah membuat peternak tidak mendapat untung. Harga telur dari petani hanya Rp18 ribu atau sesuai biaya...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya