Selasa 12 Oktober 2021, 17:17 WIB

Saham-Saham Hong Kong Berakhir Lebih Rendah

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Saham-Saham Hong Kong Berakhir Lebih Rendah

Antara
Ilustrasi: Pergerakan turun Indeks Hang Seng, Bursa Saham Hong Kong, Tiongkok.

 

Saham-saham Hong Kong berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa (12/10), terseret oleh saham teknologi kelas berat setelah laporan Presiden Tiongkok Xi Jinping meneliti hubungan antara pemberi pinjaman dan perusahaan-perusahaan swasta besar.

Indikator utama Bursa Efek Hong Kong, Indeks Hang Seng (HSI) anjlok 1,43 persen atau 362,50 poin menjadi menetap di 24.962,59 poin, sedangkan Indeks China Enterprises merosot 1,67 persen atau 150,09 poin menjadi ditutup pada 8.849,17 poin.

Indeks teknologi Hang Seng terperosok 3,2 persen, setelah naik dalam tiga sesi sebelumnya.

Raksasa e-commerce Alibaba Group anjlok 3,9 persen setelah Wall Street Journal melaporkan Presiden Tiongkok  Xi Jinping memusatkan perhatian pada hubungan yang telah dikembangkan oleh bank-bank pemerintah Tiongkok dan pendukung keuangan lainnya dengan pemain sektor swasta besar.

Perusahaan fintech terkenal Ant Group yang terkait dengan Alibaba, secara khusus dipantau, kata laporan itu. "Kekhawatiran pasar tentang peraturan industri di daratan akan terus berlanjut," kata Ahli Strategi Sekuritas Everbright Sun Hung Kai, Kenny Ng. "Valuasi saham Hong Kong yang relatif rendah membatasi ruang untuk penurunan tajam lebih lanjut di waktu mendatang."

Sub-indeks perawatan kesehatan, sub-indeks energi dan sub-indeks industri turun antara 0,8 persen dan 2,1 persen.

Ping An Insurance Group kehilangan 5,2 persen, penurunan harian terbesar pada Indeks Hang Seng.

Melawan tren, perusahaan properti menguat 0,7 persen setelah Morgan Stanley mengatakan pihaknya memperkirakan regulator dapat mengendurkan cengkeraman mereka pada sektor ini untuk membantu menstabilkan dan mendukung ekonomi.

Saham Evergrande New Energy Vehicle Group terdongkrak 4,6 persen, sehari setelah perusahaan mengatakan akan mulai memproduksi kendaraan listrik tahun depan meskipun ada krisis investasi eksternal. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Ist/Dok.Pri/Twitter

Keberhasilan Industri Hulu Migas Angkat Pendapat Daerah

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 11:25 WIB
Bagi daerah, kehadiran industri hulu migas tidak hanya memberikan dampak positif pada pendapatan pemerintah daerah melalui dana bagi hasil...
AFP/Charly Triballeau

Saham Jepang Rontok Akibat Prospek Mengecewakan Perusahaan Blue Chips

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 11:03 WIB
Hitachi kehilangan 1,39 persen karena pemotongan produksi dari pembuat mobil akibat kurangnya chip telah mempengaruhi konglomerat teknologi...
Dok.Bank Banten

Sukses Raih Dana Rp618 Miliar, Saham Bank Banten Masih Tertekan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 10:51 WIB
Gubernur Banten memberikan dukungan dan supporting sepenuhnya. Dihimbau juga kepada investor, mari kita bersama-sama membangun Bank...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya