Headline
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
PANDEMI Covid-19 telah berimbas terhadap semua sektor bisnis termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Namun ternyata sejumlah pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner masih tetap bertahan di tengah pandemi.
Pada acara Pelatihan Vokasional Bagu Usaha Mikro Sektor Kuliner di Bogor, Jawa Barat, pada Mei 2021 lalu, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya, mengatakan bahwa UMKM bidang kuliner mampu bertahan saat pandemi.
Berbicara kuliner di Tanah Air, kini makanan yang bernama Aci telah populer. Aci sebenarnya kuliner asli dari Garut Jawa Barat, berbahan dasar tepung kanji atau tapioka yang diolah menjadi aneka ragam makanan seperti cireng, cimol, cilok, dan lainnya.
Salah satu pelaku UMKM kuliner yang kini sukses adalah seorang pemuda pemuda bernama Mokhammad Dandi Sepsaditri yang kerap disapa Dandi. Dari tepung tapioka, Dandi melakukan inovasi dengan membuat bakso yang terbuat dari olahan tepung tapioka.
Racikan bakso khas buatan Dandi diberi brand Baso Aci Akang. Bahkan seiring berjalanan waktu, kini Baso Aci Akang memiliki 100 cabang yang tersebar di sejumlah kota. Bahkan Baso Aci masih ingin melebarkan sayap cabang ke sejumlah daerah di Tanah Air.
Founder dan CEO Akang Group, Mokhammad Dandi Sepsaditri atau Dandi, mengisahkan perjalanan bisnis kulinernya yang dimulai pada tahun 2018 tak selalu berjalan mulus.
"Pada tahun 2018 dengan bermodalkan keyakinan yang kuat, saya memulai bisnis Baso Aci Akang di kawasan perumahan Islamic Village Tangerang," tutur Dandi dalam keterangan pers, Selasa (5/10).
"Waktu itu masih awal tahun 2018, masih pakai etalase bekas jualan orang lain, masih minjem dua meja tetangga dan masih sewa di tempat seadanya.Yya pokoknya yang penting bersih, bisa jualan, ya itu aja dulu," jelas Dandi.
"Ga hanya itu saja, bulan pertama saya masih harus nombok Rp 500 ribu untuk nutupin biaya sewa bulan berikutnya.Gapapa, namanya juga usaha yang penting yakin dulu aja sama terus belajar," katanya.
Akhirnya setelah empat bulan berlalu, Baso Aci akang mulai dikenal dan semakin dicintai para pelanggannta. Tak disangka antusiasme konsumen pada saat itu sangat baik sehingga Baso Aci Akang memberanikan diri untuk membuka cabang kedua di Perumas 1 Karawaci, Tangerang.
"Ya, saya baru bisa bayar sewa sebagai tenant kecil dulu, tapi alhamdulillah udah bisa membuka sedikit lapangan pekerjaan," katanya.
“Modal pada saat itu sangat minim sekali, sampai sampai saya harus meminjam meja makan dari tetangga dan menggunakan etalase bekas dari orang lain, masih belanja ke pasar, masak dan ngelayanin konsumen sendiri lalu gimana caranya bisnis ini harus jalan dan bermanfaat bagi orang banyak,” kenang Dandi.
Seiring perkembangan Baso Aci Akang, Dandi mulai mencoba mengembangkan bisnis baru dil uar Baso Aci Akang, hingga pada tahun 2021 akhirnya terbentuklah Akang Group yang kini sudah memiliki lima brand antara lainnya Baso Aci Akang (2018), Iga Kokojo (2019), Toko Kopi Pasar Lama (2021), dan Acihuy (2021).
Dalam kurun waktu tiga tahun, Dandi berhasil membuat Brand Baso Aci Akang yang memiliki tagline “Baso Aci Paling Populer di Indonesia” dikenal seluruh lapisan masyarakat dan beberapa kali viral di media sosial.
Untuk mempopularkan dan mempromosikan ,Dandi melakukan terobosan dengan ide i segar marketing seperti menggandeng musikus Lale Ilman Nino dalam menciptakan lagu “Sayang” pada awal tahun 2021.
Tak hanya itu, Dandi juga menggaet Youtuber terkenal Arief Muhammad sebagai Chief Marketing Officer Akang Group yang terbukti mampu memberikan image baru terhadap kuliner Aci sehingga Baso Aci Akang dijuluki “Aci naik kelas” oleh para netizen Indonesia. (RO/OL-09)
Riset ini mengungkap perbedaan mencolok dalam cara Gen X dan Millennial mengelola pendidikan, kesejahteraan emosional, pengeluaran, dan waktu bersama keluarga.
Banyak anak muda memilih menggunakan uang untuk hal-hal yang dirasa dapat membuat mereka melupakan tekanan hidup, misalnya dengan belanja online.
Tren pembelian rumah tapak di kawasan Tangerang, khususnya Karawaci, semakin diminati, terutama oleh generasi milenial dan pasangan muda.
Tingginya tekanan ekonomi dan lonjakan harga properti membuat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan industri seperti Bekasi semakin sulit memiliki hunian layak
Prudential menerbitkan produk asuransi kesehatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya milenial dan generasi Z (gen Z).
Setiap generasi sudah pasti memiliki perspektif, gaya, dan harapan masing-masing dengan keunikan sendiri. Begitu pula dengan tantangan-tantangan komunikasi.
Festival ini menjadi momentum strategis memperkuat sinergi antar kementerian, lembaga, BUMN/BUMD, serta para pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih tangguh di Indonesia.
Jumlah pengunjung yang terdata pada sistem registrasi sampai hari ketiga mencapai 9.125 orang, terdiri dari investor, buyer, dan pengunjung umum.
Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 dan menjadi wujud nyata komitmen perusahaan.
PELAKU UMKM harus memahami cara membangun branding yang tepat.
Program ini mempertemukan 30 UMKM terpilih hasil kurasi nasional binaan BUMN untuk dibekali wawasan, strategi, dan akses pasar internasional.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved