Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (5/10) dibuka pada level 6.337,33. Pergerakannya berpotensi melemah akibat tekanan yang datang dari bursa global dan regional. Pagi ini indeks Kospi dibuka melemah -1,06%, begitu pula Nikkei yang melemah -2,1%.
"Memasuki kuartal IV-2021, investor mulai berspekulasi akan window dressing. Pergerakan masih dibayangi sentimen global di mana Amerika Serikat akan segera menjalankan tapering. Sementara dari dalam negeri masih minim sentimen," Head of Equity Research Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma, Selasa (5/10).
Semalam, bursa AS ditutup melemah; Dow Jones turun -0,94%, S&P 500 melemah -1,3%, Nasdaq melemah -2,14%, seiring dengan banyaknya investor yang memilih menunggu rilis data ekonomi AS.
Sejumlah data yang akan dirilis malam ini antara lain data neraca dagang, Markit Services PMI, dan Market Composite PMI AS.
"Kekhawatiran terkait gangguan distribusi dan inflasi, perdebatan yang masih berlanjut mengenai plafon utang pemerintah AS, serta pergerakan yield US Treasury juga menjadi sejumlah faktor yang mempengaruhi pasar. Yield UST 10Y terpantau berada di level 1,49%, sementara indeks dolar AS berada di angka 93,8," kata Suria.
Dari dalam negeri, pemulihan ekonomi pada semester II-2021 menjadi harapan pelaku usaha guna memperbaiki kinerja dan kembali melakukan ekspansi bisnis.
Saat ini industri perbankan menjadi garda terdepan dalam pemulihan ekonomi nasional dimana kinerja dari kualitas asset dan pertumbuhan kredit mencuri perhatian para pelaku pasar.
OJK mencatat pertumbuhan kredit per Agustus telah mencapai 1,16% YoY dan 1,91% (ytd). Secara sektoral, kredit sektor rumah tangga mencatatkan kenaikan terbesar secara bulanan yakni sebesar Rp 4,8 triliun.
Perbankan tercatat akomodatif dalam penyaluran kredit untuk mendukung produk dan komoditas berorientasi ekspor yang tumbuh sebesar 4,92% (ytd), sehingga turut mendorong surplus neraca perdagangan Indonesia.
Seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan kredit perbankan kembali positif sejak bulan Juni sampai Agustus. Hal tersebut juga tercermin pada pertumbuhan kredit perbankan.
"Saat ini pendapatan berbasis komisi atau fee based income menjadi fokus para pelaku industri perbankan, guna mendukung dalam mencetak laba yang lebih optimal dan mengurangi tekanan pendapatan akibat kondisi-kondisi tertentu," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus.
Penurunan NIM dan naiknya risiko kredit tetap ada namun digitalisasi berpotensi untuk membuat margin bisnis dapat lebih besar dimana fee based income dari berbagai platform dinilai dapat mendukung produk – produk perbankan terdistribusi lebih cepat.
Di sisi lain, pertumbuhan eksponensial transaksi digital karena sentimen pandemi diharapkan mampu mendorong nasabah untuk mengoptimalkan pemanfaatan layanan digital yang dimiliki perbankan.
Melihat kinerja yang masih optimal dan pertumbuhan kredit yang telah menunjukkan adanya korelasi dari pemulihan ekonomi.
"Kami melihat saat ini perbankan akan tetap menjaga pendapatan berbasis komisi dari segmen ritel utamanya banyak datang dari bisnis wealth management seperti bancassurance, reksadana, obligasi, dan transaksi valas," lata Nico. (Try/OL-09)
IHSG hari ini 22 Januari 2026 dibuka menguat 0,46% ke level 9.052,17. Simak data pembukaan pasar, sentimen global Trump-Greenland, dan kurs Rupiah.
Menurutnya, sektor-sektor yang paling terdampak aksi jual bersih (net sell) yaitu yang sensitif terhadap siklus ekonomi seperti perbankan, properti, dan konsumer.
Tekanan jual masih mendominasi pergerakan pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah signifikan pada perdagangan Rabu (21/1
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
Arus modal portofolio asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Menkeu Purbaya optimistis rupiah menguat meski sempat menyentuh Rp16.955. Simak kaitan IHSG ATH dan isu independensi BI dalam berita ini.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved