Selasa 28 September 2021, 20:26 WIB

Yordania dan Suriah Sepakati Penerbangan setelah Berhenti Sembilan Tahun

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Yordania dan Suriah Sepakati Penerbangan setelah Berhenti Sembilan Tahun

AFP/Karim Sahi.
Pesawat Royal Jordanian Airlines Boeing 787-8 Dreamliner.

 

PENERBANGAN komersial akan dilanjutkan antara Amman dan Damaskus pada Minggu (3/10) setelah ditangguhkan selama sembilan tahun karena perang saudara Suriah. Ini dikatakan pihak berwenang Yordania.

Dimulainya kembali penerbangan oleh maskapai nasional Royal Jordanian Airlines diumumkan setelah pertemuan antara pejabat dari kedua negara, kantor berita resmi Petra melaporkan. Petra mengatakan delegasi menteri Suriah berada di Amman untuk pembicaraan yang bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi bilateral antara tetangga.

Royal Jordanian mengoperasikan dua penerbangan sehari ke Suriah--satu ke Damaskus dan satu ke kota utara Aleppo--hingga Juli 2012. Maskapai itu menangguhkan layanan karena pemberontakan antipemerintah meningkat menjadi perang besar-besaran, menempatkan lalu lintas udara dalam bahaya.

"Royal Jordanian akan melanjutkan penerbangannya ke Suriah mulai Minggu dengan syarat menghormati langkah-langkah kesehatan untuk menangani pandemi virus korona," ujar Menteri Transportasi Yordania Wajih Azayza mengatakan dalam suatu pernyataan pada Selasa (28/9). Penumpang dari Suriah akan diminta untuk menunjukkan tes covid-19 negatif yang dilakukan dalam waktu 72 jam setelah penerbangan mereka, selain diuji pada saat kedatangan di Amman.

Delegasi Suriah melakukan perjalanan ke Amman pada Senin melalui penyeberangan Jaber-Nassib yang ditutup untuk lalu lintas selama dua bulan karena kekerasan baru di Suriah selatan. Penyeberangan utama antara kedua negara itu akan dibuka kembali untuk umum pada Rabu (29/9).

Baca juga: Harga Minyak Mentah Brent Melonjak Lampaui US$80 per Barel

Langkah itu dilakukan setelah menteri energi dari Amman, Damaskus, Kairo, dan Beirut mencapai kesepakatan bulan ini untuk pengiriman gas Mesir dan listrik Yordania melalui Suriah ke Libanon yang dilanda krisis, meskipun ada sanksi AS terhadap pemerintah Suriah. PBB mengatakan Yordania menampung sekitar 650.000 pengungsi Suriah, tetapi kerajaan itu menyebutkan jumlahnya 1,3 juta. (AFP/OL-14)

Baca Juga

Antara

Airlangga: Industri Butuh SDM Cakap Teknologi

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 22:40 WIB
Dia menambahkan, akselerasi dalam meningkatkan kualitas SDM memerlukan koordinasi dan...
Antara

Kementerian BUMN Terus Negoisasikan Lessor Garuda

👤Ant 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 22:05 WIB
Menurut Arya, hanya dengan cara inilah yakni negosiasi dengan para pemilik piutang yang...
Antara

Erick Minta Garuda Fokus Rute Domestik

👤Ant 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 22:02 WIB
Diketahui penumpang tujuan domestik mendominasi sebanyak 78 persen dengan pendapatan mencapai Rp1.400...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya