Minggu 26 September 2021, 10:56 WIB

Gorontalo Miliki Stok Jagung 15 Ribu Ton di Dua Gudang Perusahaan 

mediaindonesia.com | Ekonomi
Gorontalo Miliki Stok Jagung 15 Ribu Ton di Dua Gudang Perusahaan 

Ist/Kementan
Area perkebunan jagung yang berada di Provinsi Gorontalo yang siap panen raya.

 

BULAN September 2021 adalah puncak masa panen raya jagung di Provinsi Gorontalo. Daerah sentra jagung nomor 2 di pulau Sulawesi ini optimis dapat memasok kebutuhan jagung nasional untuk beberapa wilayah sekitar. 

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Ramdhan Pade mengatakan berdasarkan data Gorontalo untuk September 2021 ini diperkirakan akan panen seluas 42.919 hektare dengan produksi 119.341 ton pipil kering (PK).

Surplusnya stok jagung ini dikarenakan iklim yang cukup bersahabat dan jadwal tanam yang terpola dengan baik di wilayahnya. 

Menanggapi isu kelangkaan stok jagung, Ramdhan menegaskan jika ada pihak yang meragukan ketersediaan stok, silahkan bisa langsung datang kesini(Gorontalo).

Hal ini bukan tanpa alasan Ramdhan telah mengecek langsung stok jagung ke beberapa perusahaan Jagung pakan Jumat, 24 September 2021 dan stok di pabrik pakan cukup dan terus mengalir dari para petani.    

Menguatkan pernyataan Ramadhan,  Andika perwakilan PT SEGER Agro Nusantara cabang Gorontalo menjelaskan memiliki stok sekitar 3.000 ton di gudang. Andika menambahkan bahwa harga pembelian jagung dari masyarakat sekitar Rp. 5.000/Kg PK. Stok tersebut akan terus bertambah seiiring masa musim panen di wilayah Gorontalo. 

Hal yang sama juga  disampaikan oleh Rizki perwakilan dari PT. Charoen Popkhand Indonesia Cabang Gorontalo saat ini mereka memiliki 12 ribu ton jagung PK. Rizki pun menyatakan kesiapannya untuk menampung dan menyalurkan stoknya ke para pihak yang membutuhkan jagung. 

Ismail Wahab Direktur Serealia, Ditjen Tanaman Pangan sangat mengapresiasi kinerja Dinas pertanian baik provinsi maupun kabupaten/kota dan stake holder dalam mengantisipasi kelangkaan stok jagung. Pihaknya (Kementan) bersama pemda dan stake holder akan terus memonitoring penyerapan hasil panen dilapangan.   

Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Data dan Informasi Pertanian Kementan September hingga Oktober adalah masa puncak panen jagung yang ditanam di lahan sawah. 

“Banyak laporan yang masuk ke kami masih ada panen jagung yang tentunya sangat mampu cukupi kebutuhan peternak,” ujarnya. 

Ismail menyebut timnya sudah turun ke lapangan dan memastikan stok jagung di petani maupun di Gudang pakan tersalurkan. “Kita pastikan kebutuhan peternak tercukupi untuk 3 bulan mendatang,” tuturnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok Alibaba Group

Alibaba Group Meluncurkan Festival Belanja Global Bertema Keberlanjutan dan Inklusivitas

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 14:33 WIB
Alibaba Group Holding Limited secara resmi memulai Festival Belanja Global 11.11 (“11.11” atau “Festival”) yang...
MI.Ramdani

Pemerintah Tegaskan Bakal Tolak Usulan Proyek Baru Pembangunan PLTU Batu Bara

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 14:18 WIB
Rencana tambahan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan justru lebih besar mencapai 20,9 gigawatt atau sekitar 51,6...
Metro Tv

Senayan Dukung Transisi ke Energi Baru Terbarukan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 14:15 WIB
DPR RI dukung agar Indonesia segera untuk transisi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT) untuk mencapai target Net Zero...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya