Rabu 22 September 2021, 06:10 WIB

Emas Naik lagi 14,4 dolar Imbas Kasus Evergrande

Muhamad Fauzi | Ekonomi
Emas Naik lagi 14,4 dolar Imbas Kasus Evergrande

Antara
Harga emas melonjak lagi karena ancaman kebangkrutan perusahaan properti China Evergrande.

 

HARGA emas kembali naik pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (22/9), karena kekhawatiran atas kebangkrutan perusahaan properti China Evergrande. Hal ini mendorong pembelian aset aman safe-haven, menjelang pertemuan Federal Reserve yang dapat memberikan petunjuk tentang jadwal bank sentral untuk memotong stimulusnya terhadap ekonomi AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, bertambah lagi 14,4 dolar AS atau 0,82 persen menjadi ditutup pada 1.778,20 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (20/9/2021), emas berjangka juga terangkat 12,40 dolar AS atau 0,71 persen menjadi 1.763,80 dolar AS.

Emas berjangka jatuh 5,3 dolar AS atau 0,3 persen menjadi 1.751,40 dolar AS pada Jumat (17/9/2021), setelah anjlok 38,1 dolar AS atau 2,12 persen menjadi 1.756,70 dolar AS pada Kamis (16/9/2021), dan merosot 12,3 dolar AS atau 0,68 persen menjadi 1.794,8 dolar AS pada Rabu (15/9/2021).

Aset aman atau safe-haven emas telah naik di tengah kekhawatiran baru-baru ini tentang pertumbuhan ekonomi global, atau lebih khusus lagi perlambatan ekonomi China, yang cukup untuk melebihi pemulihan ekuitas, kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Namun, gambaran teknikal untuk emas "tetap bearish dalam jangka pendek", kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

"Kami mungkin melihat pedagang jangka pendek yang telah melakukan penjualan mungkin sore hari dan melakukan beberapa penyesuaian posisi menjelang FOMC."

Pengaruh positif dari tergelincirnya dolar AS dan kenaikan harga minyak mentah juga mengangkat emas, kata Wyckoff.

Komite Pasar Terbuka Federal(FOMC) akan merilis pernyataan kebijakan dan proyeksi ekonomi baru pada akhir pertemuannya pada Rabu waktu setempat. Beberapa analis percaya bank sentral dapat mengumumkan dimulainya pengurangan pembelian aset pada kuartal keempat, yang bisa mendorong emas lebih rendah.

Pengurangan stimulus bank sentral dan kenaikan suku bunga cenderung mengangkat imbal hasil obligasi, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tanpa bunga.

"Pertanyaan besar yang perlu dijawab adalah apakah ketidakpastian pasar saat ini akan mengubah jadwal prospektif yang mungkin dimiliki The Fed ketika mengumumkan pengurangan pembelian aset," kata Michael Hewson, kepala analis pasar di CMC Markets UK.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 40,7 sen atau 1,83 persen, menjadi ditutup pada 22,611 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 51,6 dolar AS atau 5,74 persen menjadi ditutup pada 950,8 dolar AS per ounce. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Atasi Harga Pakan, DPR Minta Kemendag Jangan Gegabah Impor Jagung

 

Baca Juga

Antara

Presiden: Aktivitas Ekonomi Harus Berjalan

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 14:19 WIB
Presiden Joko Widodo menekankan bahwa aktivitas perekonomian harus segera bergerak kencang demi menopang angka pertumbuhan yang lebih baik...
Antara

Dikabarkan Pailit, Garuda : Kami Fokus Restrukturisasi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 14:10 WIB
Manajemen Garuda menyebut, sampai dengan saat ini perseroan terus melakukan langkah-langkah strategis akselerasi pemulihan kinerja dengan...
AFP/Noel Celis.

Harga Rumah Baru Tiongkok Turun Pertama Kali dalam Enam Tahun

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 14:01 WIB
Pembacaan terbaru mengikuti angka resmi menunjukkan industri realestat dan konstruksi menyusut pada kuartal ketiga untuk pertama kali sejak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya