Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk akan menerima penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp7 triliun pada 2022. Menurut Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, PMN sangat dibutuhkan perseroan sebagai penguatan modal inti.
Apabila tidak ada penguatan modal inti, rating BNI berpotensi diturunkan. Serta, menjadi ancaman bagi kinerja perbankan. Mengingat, di antara perbankan peers-nya, modal inti BNI berada jauh di bawah, yakni hanya 15,99%. Sementara itu, Bank Mandiri 17,86%, Bank BRI 18,62% dan Bank BCA 24,35%.
Baca juga: BNI Dukung Target 30 Juta UMKM on Boarding ke Platform Digital
"Bila rating diturunkan, akan terjadi kenaikan cost of fund. Pandemi juga belum berakhir. Sebagai antisipasi, kami perlu perkuat modal inti di tengah ketidakpastian. Tentu modal inti ini akan kami gunakan untuk ekspansi kredit, organik dan anorganik,” ujar Royke dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (9/9),
Di sisi lain, rasio kecukupan modal (CAR) BNI juga tercatat lebih rendah dibandingkan peers-nya, yaitu 18,8%. Sementara CAR Mandiri sekitar 18,94%, BRI sebesar 19,63% dan BCA 25,33%. "Ini terjadi latar belakang kami membutuhkan tambahan modal," imbuhnya.
Baca juga: BI Kembali Mempertahankan Suku Bunga Acuan 3,50%
Lebih lanjut, Royke menjelaskan bahwa PMN diperlukan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko perekonomian dan kondisi makro. Terdapat empat aspek dalam hal ini, yaitu ketidakpastian global, pandemi covid-19, digitalisasi dan kebijakan makro.
"Memang dengan tier 1 relatif rendah dengan peers. Ini lembaga rating kemungkinan akan menurunkan ratingnya, apabila kita tidak bisa memperkuat modal inti. Sehingga, ini jadi ancaman ke depan. Penurunan rating akan mengakibatkan cost of fund naik," pungkas Royke.(OL-11)
Capaian tersebut dinilai mencerminkan daya saing positif BNI sebagai bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di tengah kompetisi industri perbankan nasional.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat kinerja keuangan yang solid di sepanjang 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan kredit mencapai 15,9% secara tahunan.
Saham PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai mencetak kinerja paling resisten dibandingkan bank besar lainnya di tengah kondisi pasar keuangan yang menantang sepanjang 2025.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
ICXA merupakan ajang internasional yang memberikan apresiasi kepada organisasi dengan praktik terbaik dalam pengelolaan customer experience.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mendukung langkah pebalap nasional Sean Gelael yang membuka persiapan musim balap 2026 dengan tampil di ajang Asian Le Mans Series (ALMS) 2025/26.
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved