Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DOLAR AS memangkas kenaikannya pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat, atau Kamis pagi WIB (9/9). Hal ini disebabkan imbal hasil obligasi pemerintah AS turun setelah pejabat Federal Reserve menawarkan pandangan dovish tentang ekonomi, dan sehari menjelang keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB).
Dovish diartikan sebagai kecondongan untuk menunda kenaikan suku bunga atau melakukan kebijakan moneter longgar
Presiden Fed Bank New York John Williams mengatakan bahwa lebih banyak kemajuan diperlukan di pasar tenaga kerja untuk mencapai "kemajuan lebih lanjut yang substansial" guna tujuan pekerjaan maksimum Fed.
Namun dia menambahkan, mungkin tepat bagi Federal Reserve untuk mulai mengurangi laju pembelian asetnya akhir tahun ini jika ekonomi terus membaik.
“The Fed jelas dalam sikap menunggu dan melihat selama beberapa bulan ke depan untuk melihat bagaimana ekonomi bertahan. Williams dari Fed menyampaikan beberapa komentar dovish yang mendukung gagasan bahwa The Fed dapat melakukan tapering paling cepat adalah Desember," Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York, mengatakan dalam sebuah laporan.
Secara terpisah, The Fed mengatakan dalam Beige Book terbarunya bahwa ekonomi AS "sedikit turun" pada Agustus karena gelombang baru virus corona menghantam tempat makan, perjalanan, dan pariwisata.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap eanam mata uang rivalnya, naik 0,14 persen menjadi 92,66, setelah sebelumnya naik ke 92,86, tertinggi sejak 27 Agustus.
Imbal hasil obligasi acuan 10-tahun AS turun menjadi 1,33 persen, setelah sebelumnya diperdagangkan di 1,38 persen. Imbal hasil telah meningkat sejak data pada Jumat (3/9/2021) menunjukkan bahwa pertumbuhan pekerjaan AS melambat sementara inflasi upah lebih tinggi dari yang diperkirakan.
Kenaikan inflasi memperumit gambaran bagi para pejabat Fed yang ingin melihat kemajuan lebih lanjut dalam pekerjaan sebelum mengurangi pembelian obligasi.
“Paling buruk, ada beberapa kekhawatiran bahwa upah nominal masih tertinggal dari kenaikan harga-harga konsumen oleh siklus ekstrem ... dan bahwa upah nominal berjuang untuk mengikuti harga, begitulah spiral harga upah berkembang,” Alan Ruskin, ahli strategi makro di Deutsche Bank, mengatakan dalam sebuah laporan pada Selasa (7/9/2021).
Data pada Rabu (8/9/2021) menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan AS naik menjadi hampir 11 juta pada Juli.
Euro merosot sebelum pertemuan Bank Sentral Eropa pada Kamis waktu setempat. ECB dapat memperketat kebijakan lebih cepat daripada yang diperkirakan banyak orang karena tekanan inflasi dapat terbukti berkelanjutan, pembuat kebijakan ECB Robert Holzmann mengatakan dalam kontribusinya kepada Majalah Eurofi pada Rabu (8/9/2021).
Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan pembelian obligasi PEPP (Program Pembelian Darurat Pandemi). "PEPP kemungkinan turun hingga 60 miliar euro per bulan dari 80 miliar saat ini, sebelum penurunan lebih lanjut awal tahun depan dan skema berakhir pada Maret.
Mata uang tunggal terakhir turun 0,13 persen menjadi 1,1823 dolar AS.
Greenback juga menguat terhadap dolar Kanada di tengah kekhawatiran bahwa prospek ekonomi global memburuk bahkan ketika bank sentral Kanada (Bank of Canada) terlihat melewati titik lemah dalam ekonomi domestiknya.
Sterling turun setelah pemerintah Inggris pada Selasa (7/9/2021) mengumumkan kenaikan pajak untuk mendanai pengeluaran kesehatan dan perawatan sosial.
Sementara itu, mata uang kripto berjuang untuk pulih dari kerugian besar pada Selasa (7/9/2021), ketika El Salvador menjadi negara pertama yang mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah dan beberapa platform perdagangan mengatakan mereka mengalami masalah kinerja.
Bitcoin turun 1,22 persen menjadi 46.283 dolar AS setelah tenggelam ke level 42.900 dolar AS pada Selasa (7/9/2021). (Ant/OL-13)
Baca Juga: Sistem Pembayaran Tol Tanpa Setop Beroperasi September 2022
Nilai tukar Mata Uang Rupiah hari ini (12/3/2026) melemah 0,34% ke level Rp16.906 per Dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs terbaru di sini.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa di Jakarta bergerak menguat 63 poin atau 0,37% menjadi Rp16.886 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, dibuka melemah 58 poin atau 0,34% menjadi Rp16.930 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.872 per dolar AS.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved