Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSISTENSI strategi diversifikasi portofolio selama kurun lebih 10 tahun terakhir ini membuat kinerja PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dapat terus berjaga.
Pengembang kota mandiri terbesar di Indonesia dan anggota kelompok properti terkemuka Sinar Mas Land itu optimis meningkatkan kinerja Pendapatan Usaha dan Laba Bersih di 2021. Diversifikasi portofolio tersebut memberikan pondasi yang solid dengan keleluasaan dan mitigasi risiko bagi BSDE.
"Contoh kasus terbaik disaat pandemi, pendapatan dari segmen retail and hospitality dan area komersial lainnya terdampak, namun portofolio bisnis kami yang lain seperti residensial tetap memberikan kontribusi positif. Contoh kasus lain, apabila pendapatan dari penjualan unit melemah, segmen pendapatan berulang (recurring revenue) kami bisa mendukung. Saling mengisi”, papar Direktur BSDE Hermawan Wijaya dalam public expose di Jakarta, Selasa (7/9)
Dari sisi lintas wilayah, proyek-proyek unggulan BSDE beserta Entitas Anak dan Entitas Asosiasi, kini telah tersebar di sembilan kota besar Indonesia yakni Palembang, Medan, Balikpapan, Samarinda, Manado, Jabodetabek, Semarang, Surabaya dan Makassar.
“Untuk memperkuat portofolio perkotaan/township, kami akan mengembangkan lahan di Palembang, Manado dan Makassar. Hal ini tentu saja memperkuat portofolio kami yang berada di luar Jawa dan akan memperkuat Pendapatan Usaha BSDE di masa mendatang”, papar Hermawan.
Saat ini BSDE memiliki posisi Kas dan Setara Kas senilai Rp7,64 triliun serta Jumlah Aset sebesar Rp59,06 triliun, sehingga memberikan ruang dan alternatif yang beragam dalam penggalangan modal jika dibutuhkan dan jaminan ketersediaan modal atas penyelesaian atas proyek-proyek yang kami kerjakan di tahun-tahun mendatang.
Kinerja Prapenjualan
Posisi prapenjualan per semester I/ 2021 sudah mencapai Rp4,5 triliun atau setara 65% dari target yang ditetapkan di
awal tahun sebesar Rp7 triliun. BSDE berhasil membukukan prapenjualan di segmen residensial sebesar Rp3 triliun atau berkontribusi 67% atas total pencapaian. Sisanya dikontribusikan dari segmen komersial yang mencapai Rp1,2 triliun atau merepresentasikan 26% dari total pencapaian, yang terdiri dari kavling komersial yang sebagian besar dijual di BSD City sebesar Rp452 miliar, strata title (apartemen/kondominium) sebesar Rp304 miliar dan ruko sebesar Rp411 miliar.
Pada enam bulan pertama 2021, kinerja keuangan BSDE turut menampilkan kinerja yang impresif. Pendapatan Usaha sepanjang enam bulan pertama tumbuh 39,20% atau mencapai Rp3,25 triliun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,34 triliun. Segmen konstruksi berkontribusi sebesar Rp151,47 miliar. Hal ini tidak lepas dari dimulainya pekerjaan konstruksi jalan tol yang dikerjakan oleh Entitas Anak yang 100% sahamnya dimiliki oleh BSDE.
“Proyek tol ini merupakan investasi BSDE untuk meningkatkan pendapatan berulang (recurring revenue). Selain akan memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan di masa mendatang, penyelesaian ruas tol ini akan meningkatkan akses terhadap proyek properti yang kami miliki. Sehingga pemilik hunian akan semakin mudah mengakses dan meningkatkan nilai properti yang mereka miliki,"tandas Hermawan.
Solidnya pertumbuhan angka Pendapatan Usaha berimbas positif pada kinerja laba. Laba Kotor tumbuh 36,35% menjadi Rp2,19 triliun jika dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu sebesar Rp1,60 triliun.
Sedangkan Laba Usaha melonjak 129,48% menjadi Rp1,12 triliun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp488,74 miliar. Bahkan Laba Periode Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk pada enam bulan pertama tercatat Rp680 miliar. Adapun tahun lalu pada periode yang sama, tercatat rugi Rp192,68 miliar.
Untuk menjaga nilai tambah bagi pemegang saham, BSDE berupaya untuk menjaga margin kotor di atas 60% dan margin laba bersih di atas 30%. (RO/E-1)
Kondisi perekonomian dan persaingan industri yang kurang kondusif sepanjang tahun 2025 menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja.
PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mencatatkan kinerja positif. Hingga November 2025, nilai penjualan produk yang dihasilkan mencapai Rp3,56 triliun lebih.
Kebijakan GSH merupakan langkah elegan sekaligus apresiasi kepada karyawan.
Transformasi dan kinerja positif tidak terlepas dari dukungan Danantara selaku pemegang saham seri B.
MENTERI Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan akan terus berusaha agar umat semakin dekat dengan ajaran agamanya.
Keberhasilan menyelamatkan aset negara sebesar Rp1,6 triliun menjadi catatan penting dalam pengawasan di sektor perekonomian.
Cushman & Wakefield memprediksi bahwa sektor properti akan mengalami penguatan yang berkelanjutan pada 2026. Sinar Mas Land menghadirkan program National Sales bertajuk Royal Key.
KEK ETKI Banten menyambut pelantikan pejabat Administrator baru sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola dan mempercepat realisasi investasi.
The HUD Institute meninjau perencanaan kota mandiri di tengah dorongan pembangunan perumahan dan menyoroti pentingnya integrasi tata ruang regional.
Dukung Penguatan Industri Kreatif Nasional, Menteri Ekonomi Kreatif Kunjungi KEK ETKI Banten di BSD City.
Sinar Mas Land menghadirkan Medical Suites, gedung medis berstandar internasional untuk mendukung pengembangan layanan kesehatan, riset, pendidikan medis, dan praktik medis unggulan.
Prestasi gemilang Sinar Mas Land di akhir tahun ini, didukung oleh sejumlah elemen pengembangan strategis yang menegaskan komitmen perusahaan pada inovasi dan kontribusi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved