INDUSTRI properti nasional menunjukkan tren pertumbuhan yang positif pada 2026, khususnya di sektor residensial. Peningkatan minat kepemilikan hunian ini didorong oleh tingginya kesadaran Generasi Milenial dan Gen Z untuk memiliki hunian sebagai kebutuhan dasar sekaligus instrumen investasi jangka panjang.
Merespons momentum tersebut, Sinar Mas Land menyelenggarakan Sinar Mas Land Property Outlook 2026 bertajuk Clear Signals, Confident Property Decisions for Younger Generations di The Hub Sinar Mas Land, Jakarta, pada Rabu (25/2/2026). Dalam forum tersebut, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengumumkan target prapenjualan sebesar Rp10 triliun untuk tahun 2026.
Melibatkan sejumlah pembicara internal dan pakar industri, diskusi ini memberikan perspektif yang beragam mengenai prospek sektor properti ke depan, sekaligus memberikan panduan strategis bagi generasi muda dalam mengambil keputusan kepemilikan properti yang tepat. Para narasumber tersebut ialah Herry Hendarta (Deputy Group CEO Strategic Development & Assets Sinar Mas Land), Hermawan Wijaya (Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk), Lindawaty (Kepala BUPP KEK ETKI Banten), dan Martin Samuel Hutapea (Associate Director Research & Consultancy Department, PT Leads Property Services Indonesia).
Berdasarkan data Indonesia Property Watch, permintaan rumah di kisaran harga Rp1 miliar-Rp2 miliar naik sebesar 18 persen pada kuartal I 2025, dengan mayoritas peminat berasal dari kelompok usia 25-35 tahun. Tren ini diprediksi akan terus menguat sepanjang 2026.
Associate Director Research & Consultancy Department PT Leads Property Services Indonesia, Martin Samuel Hutapea, menjelaskan bahwa pasar rumah tapak diproyeksikan tumbuh 5%-6% (yoy) pada 2026. Hal ini ditopang oleh sejumlah stimulus seperti insentif pemerintah berupa PPN DTP serta tren suku bunga yang lebih kompetitif.
"Segmen menengah menjadi motor utama dengan kontribusi sekitar 61% terhadap total permintaan, mencerminkan daya beli yang tetap resilien. Uniknya, Generasi Milenial dan Gen Z kini semakin matang dalam mengambil keputusan pembelian properti dengan mempertimbangkan tidak hanya harga, tetapi juga aksesibilitas, fasilitas, dan potensi kenaikan nilai investasi," ujarnya.
Tren ini juga mendorong pertumbuhan kawasan penyangga ibu kota. Di wilayah Jabodetabek, Tangerang mencatat pangsa pasar terbesar untuk landed house dengan kontribusi lebih dari 56% terhadap total penjualan, didukung ketersediaan lahan, harga kompetitif, serta pengembangan kawasan terpadu dengan infrastruktur lengkap.
Melihat optimisme sektor properti di tahun 2026, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menargetkan prapenjualan sebesar Rp10 triliun pada 2026. Sebelumnya pada 2025, PT BSDE mencatatkan kinerja prapenjualan yang solid dengan berhasil membukukan sebesar Rp10,04 triliun, melampaui target 2025 yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar Rp10 triliun.
Dari total prapenjualan 2025, segmen residensial masih memberikan kontribusi terbesar dengan nilai mencapai Rp4,19 triliun atau 42% dari total prapenjualan. Untuk memenuhi target penjualan tersebut, Sinar Mas Land telah menyiapkan sejumlah strategi guna mendorong masyarakat berinvestasi dan membeli properti.
"Kami selalu berkomitmen menjaga pertumbuhan prapenjualan dengan terus melanjutkan lokasi pengembangan proyek yang tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Semarang, Surabaya, dan Balikpapan. Pencapaian prapenjualan sebesar Rp10,04 triliun yang diperoleh oleh PT BSDE sepanjang 2025 menjadi angin segar terhadap pertumbuhan sektor properti pada 2026. Angka yang diraih oleh perusahaan pada 2025 melampaui target sekaligus mencerminkan pertumbuhan sebesar 3% secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan realisasi prapenjualan tahun 2024 sebesar Rp9,72 triliun. Capaian positif ini menunjukkan minat konsumen yang tetap kuat terhadap produk hunian, khususnya di kawasan kota mandiri yang memiliki fasilitas lengkap dan konektivitas yang baik," papar Hermawan Wijaya, Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
Untuk mencapai target tersebut, Sinar Mas Land meluncurkan program nasional Royal Key yang berlangsung mulai 22 Januari hingga 31 Desember 2026. Program ini menawarkan kemudahan pembayaran melalui skema hard cash maupun KPR Express dengan dukungan 22 bank rekanan terkemuka.
Sebagai upaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memiliki properti, Sinar Mas Land meluncurkan national sales program bernama Royal Key yang berlangsung sejak 22 Januari-31 Desember 2026. Program ini terbagi dalam tiga periode, yakni Periode I (22 Januari-31 Maret), Periode II (1 April-30 Juni), Periode III (1 Juli-30 September), dan Periode IV (1 Oktober-31 Desember).
Produk yang ditawarkan dalam produk Royal Key 2026 tersedia melalui skema hard cash maupun pembiayaan KPR/KPA/KPT Express dengan dukungan 22 bank rekanan terkemuka. Didukung momentum positif industri properti serta insentif berkelanjutan pemerintah seperti penurunan suku bunga dan perpanjangan PPN DTP hingga akhir 2026, program Royal Key akan menjadi solusi bagi masyarakat untuk memiliki hunian dan aset investasi dengan rasa aman dan kepercayaan jangka panjang.
Deputy Group CEO Strategic Development & Assets Sinar Mas Land Herry Hendarta menjelaskan pihaknya terus berinovasi dalam menghadapi dinamika pasar properti yang berkembang sangat dinamis dengan tetap memperhatikan tren serta kebutuhan konsumen. Strategi bisnis Sinar Mas Land difokuskan pada penguatan kemitraan strategis, pengembangan produk, serta layanan yang inovatif dan berkualitas. Diversifikasi portofolio, baik dari sisi produk maupun geografis, yang didukung dengan cadangan lahan luas juga menjadi katalis positif bagi pertumbuhan perusahaan.
"Ke depan, kami masih melihat prospek yang menjanjikan dari segmen Generasi Milenial dan Gen Z, karena lebih relevan dengan hunian di bawah Rp2 miliaran yang tersebar di seluruh wilayah pengembangan proyek Sinar Mas Land. Selain itu, setiap tahun kami juga menghadirkan national sales program untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mewujudkan kepemilikan properti impian. Dengan berbagai strategi tersebut, kami optimistis dapat terus memberikan kontribusi signifikan bagi industri properti nasional sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk properti yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan," imbuhnya.
Sinar Mas Land juga terus memperkuat portofolionya melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten. Dari sisi pengembangan kawasan strategis, Kepala BUPP KEK ETKI Banten Lindawaty menyoroti KEK ETKI Banten atau dikenal sebagai D-HUB SEZ memiliki fokus pada empat sektor strategis yakni pendidikan, teknologi, industri kreatif, dan kesehatan. KEK ETKI Banten didesain tidak hanya untuk menarik investasi, tetapi membangun SDM unggul, ekosistem terintegrasi dan berkelanjutan, sebagai bagian dari transformasi Indonesia menuju knowledge-based economy.
Kehadirannya juga melengkapi ekosistem mega township BSD City yang sudah mapan, sekaligus mendorong pertumbuhan properti yang lebih resilient karena ditopang aktivitas ekonomi nyata. "Dengan dukungan fasilitas fiskal dan nonfiskal serta kemitraan strategis jangka panjang, kami harap kawasan ini dapat meningkatkan daya saing nasional, memperkuat pusat riset dan inovasi, serta mengurangi capital outflow untuk pendidikan dan layanan kesehatan ke luar negeri," tandasnya. (RO/I-2)
Profil lengkap Franky Widjaja, nakhoda Sinar Mas Group, pengaruh bisnisnya terhadap IHSG, dan hasil pertemuan strategis dengan Presiden Prabowo di Hambalang.
Temukan daftar 30 perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan market cap 2026. Panduan lengkap bagi investor saham dan properti.
Sinar Mas Land luncurkan cluster premium Burgundy di Rancamaya pasca akuisisi SMDM, wujud visi green luxury township di Bogor Selatan.
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) meraih posisi pertama di kategori Property & Real Estate serta menduduki peringkat ke-85 dalam daftar Fortune Indonesia 100 Gala 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved