Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTUMBUHAN kota besar seperti Jakarta, termasuk pertambahan penduduknya yang tak terbendung, menyebabkan lahan di tengah kota menyusut dan harganya melambung tinggi. Akibatnya, mencari hunian yang ideal di tengah kota pun menjadi masalah tersendiri. Wajar jika saat ini hunian di pinggir kota menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut.
Namun, akses terhadap transportasi massal menjadi salah satu pertimbangan konsumen dalam mencari hunian. Karena itu, konsep hunian yang mengedepankan aksesibiltas atau transit oriented development (TOD) menjadi incaran.
Ketua Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) DKI Jakarta, Dhanny Muttaqin, mengatakan, TOD dirancang untuk memadukan berbagai sektor properti dengan transportasi massal dan berpihak pada pejalan kaki.
“Dengan begitu dapat mewujudkan keadilan ruang atau dapat mengurangi kesenjangan yang cukup tinggi di kota-kota besar,” kata Dhanny.
Selain memudahkan mobilitas penghuni, kawasan dengan TOD yang juga terintegrasi dengan akses transportasi lain akan memberikan manfaat lain seperti mengurangi kemacetan dan polusi udara, mendukung gaya hidup sehat dengan berjalan kaki, dan menambah nilai investasi dari properti yang dimiliki.
Hal itu juga menjadi perhatian dalam pengembangan Synthesis Huis, proyek rumah tapak yang digarap Synthesis Development dengan nuansa Skandinavia di kawasan Cijantung, Jakarta Timur.
Di kawasan Synthesis Huis, moda TransJakarta bisa langsung diakses karena lokasi halte ada di dalam area kawasan. Sedangkan stasiun commuterdan Lintas Rel Terpadu (LRT) terdekat pun bisa dicapai dengan mudah dari kawasan.
Sementara bagi yang ingin beraktivitas menggunakan kendaraan pribadi, pintu tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) hanya berjarak satu kilometer dari kawasan. Kita tahu jalan tol ini memiliki koneksi ke delapan ruas tol di Jakarta, sehingga memudahkan penghuni dalam melakukan perjalanan menuju CBD TB. Simatupang, pusat kota, luar kota, maupun ke bandara Halim Perdanakusuma dan Soekarno-Hatta.
Baca juga : Emiten Properti Cetak Laba, Sinyal Industri Properti Mulai Membaik
General Manager Sales & Marketing Synthesis Huis Imron Rosyadi menuturkan, kebutuhan masyarakat urban modern akan kemudahan akses menjadi concern utama developer dalam menghadirkan properti terbaru.
“Kami memahami kebutuhan masyarakat akan hunian yang memiliki akses transportasi yang mudah dijangkau. Perumahan Synthesis Huis terletak persis di tepi jalan raya utama sehingga sangat memudahkan akses para penghuni menuju tempat aktivitas mereka dan fasilitas publik lainnya di sekitar kawasan perumahan,” kata Imron.
Imron menambahkan, Synthesis Huis diyakini akan menjadi kawasan berkonsep TOD yang sangat mendukung kebutuhan hidup para penghuni. “Untuk informasi lebih lengkap mengenai Synthesis Huis dapat mengujungi situs resmi kami ynthesishuis.id atau Instagram @synthesishuisofficial,” tambahnya.
Lokasinya yang strategis tidak jauh dari pusat perkantoran dan bisnis TB. Simatupang yang sedang berkembang pesat, memudahkan setiap penghuni dalam memenuhi kebutuhan hidup sehingga menjadi pilihan tepat bagi kaum profesional menengah ke atas.
Synthesis Huis juga dikelilingi berbagai fasilitas penunjang seperti layanan kesehatan, pusat pendidikan, pusat perkantoran dan bisnis, sarana olahraga, hingga sarana hiburan dan destinasi wisata.
Sementara untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan penghuninya, Synthesis Huis menerapkan sistem keamanan 24 jam lengkap dengan one gate system dan access card.
Kebutuhan masyarakat urban modern yang lebih mengutamakan hunian sehat dan ramah lingkungan juga diakomodasi oleh Synthesis Huis dengan menyediakan area hijau di sekeliling kawasan dan menerapkan konsep interior biophilic yang akan memudahkan penghuni berinteraksi langsung dengan alam. (RO/OL-7)
PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan pembangunan tahap awal proyek MRT lintas Timur-Barat atau East-West Line dimulai pada 2026.
Pemprov DKI Jakarta telah memetakan 30 kawasan yang akan dikembangkan sebagai Transit Oriented Development (TOD).
Jakarta menargetkan posisi Top 50 kota global. Pemerintah dan EAROPH siapkan strategi regenerasi urban, TOD, dan pembangunan berkelanjutan.
PT Sri Pertiwi Sejati resmi menggandeng Urban Renaissance Agency (UR), lembaga administratif independen Jepang, untuk mengembangkan Cikarang International City (Cinity).
Konsep integrasi kawasan properti dengan simpul transportasi masal, membuat hunian punya daya tarik.
Percepatan pembangunan kawasan Transit Oriented Development LRT City Tebet dilakukan.
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh dengan dukungan developer sebagai mitra strategis, memperkuat sektor properti dan program perumahan nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved