Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SURVEI IMD World Competitiveness Yearbook (WCY) 2021 menyatakan peringkat daya saing Indonesia mengalami kenaikan. Dari sebelumnya pada posisi 40, kemudian menjadi peringkat 37 dari total 64 negara yang didata.
Pada kawasan Asia Pasifik, Indonesia tetap berada pada posisi 11 dari 14 negara. Posisi Indonesia di atas India dan Filipina. Indonesia juga mengalahkan Rusia dalam daya saing dengan berada di urutan 45.
"Di bawah kita masih ada Latvia dan Ceko. Di Asia, kita kalahkan India yang berada di bawah Indonesia. Secara rangking ini baik dibanding tahun sebelumnya," ujar Managing Director Lembaga Management FEB UI Willem Makaliwe dalam seminar virtual, Kamis (19/8).
Adapun lima negara dengan daya saing terbaik pada 2021, lanjut dia, didominasi oleh negara kawasan Eropa. Mulai dari Swiss, diikuti Swedia, Denmark, Belanda dan Singapura.
Baca juga: Prediksi BI, Pertumbuhan Ekonomi pada 2021 Bisa Capai 4,3%
Penilaian peringkat didasarkan pada analisis data kinerja perekonomian setiap negara hingga 2020. Serta, penilaian investor terkait persepsi kondisi lingkungan bisnis yang dihadapi.
Meski peringkat Indonesia naik, ada beberapa hal yang disoroti LM FEB UI. Seperti, kinerja perekonomian pada tahun ini yang berada pada posisi 35. Capaian itu menurun dibandingkan periode 2020, yakni posisi 26.
Lalu, peringkat infrastruktur Indonesia juga menurun dari posisi 55 pada 2020, kemudian menjadi posisi 57 pada 2021. "Yang perlu kita dalami bukan sekedar ranking, tapi apa yang menjadi pekerjaan rumah. Economic performance kita masih rendah. Ketergantungan impor yang membuat angka itu rendah," jelas Willem.
Baca juga: Tancap Gas, Ekspor Industri Pengolahan Tembus Rp1.364 Triliun
Sementara itu, kenaikan peringkat Indonesia terlihat pada komponen efisiensi bisnis dan kinerja pemerintahan. Peringkat efisiensi pemerintahan mengalami kenaikan dari posisi 31 pada 2020, yang kemudian menjadi posisi 26 di 2021.
Senior Researcher LM FEB UI Taufiq Nur menekankan bahwa peringkat IMD World bisa menjadi cerminan ketahanan negara dalam mengatasi pandemi covid-19. Negara kawasan Eropa yang merajai peringkat lima besar dengan daya saing tertinggi, dianggap jauh lebih baik dalam penanganan pandemi.
"Penanganan pandemi berdampak pada rangking daya saing global. Pada tahun sebelumnya, peringkat 1 atau 2 diduduki Amerika Serikat atau Singapura. Tapi, sekarang empat besar dari Eropa. Tiongkok berada di posisi 16," tutur Taufiq.(OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Otoritas Palestina meradang lantaran Israel kian memperketat kendali atas Tepi Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved