Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) mencatat kinerja positif dari ekspor sektor industri sepanjang tahun ini. Pada Januari-Juli 2021, ekspor industri pengolahan mencapai US$94,62 miliar atau sekitar Rp1.364 triliun.
Capaian itu meningkat 31,36% dari periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Sektor manufaktur pun juga berkontribusi 78,47% dari total ekspor nasional pada Januari-Juli 2021 sebesar US$120,57 miliar.
“Di tengah pandemi, kinerja sektor industri semakin kencang. Hal ini bisa dilihat dari beberapa indikator, termasuk peningkatan ekspor di tengah pembatasan,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Kamis (19/8).
Baca juga: Kinerja Impor Indonesia Turun 12,22% pada Juli 2021
Komoditas ekspor nonmigas dilaporkan meningkat pada Juli 2021 dibandikan bulan sebelumnya. Sektor yang berkontribusi ialah lemak hewan/nabati sebesar US$614 juta, kemudian berbagai produk kimia senilai US$71,5 juta.
Lalu, pupuk sebesar US$40,8 juta, pakaian dan aksesorinya (bukan rajutan) yang meningkat hingga US$33,2 juta, serta nikel dan barang daripadanya dengan US$23 juta. Dengan total impor Januari-Juli 2021 sebesar US$106,15 miliar, neraca perdagangan periode tersebut mengalami surplus US$14,42 miliar.
Pada Juli 2021, juga terjadi surplus sebesar US$2,59 miliar, atau meningkat 44,44% dibandingkan Juli 2020. Agus mendorong agar industri mengurangi ketergantungan terhadap impor, sekaligus mendorong penguatan struktur industri manufaktur.
Baca juga: Neraca Dagang Indonesia Surplus US$2,59 Miliar
Kemenperin telah mengeluarkan kebijakan Substitusi Impor 35% pada 2022, dengan prioritas pada industri dengan nilai impor yang besar pada 2019. Seperti, mesin, kimia, logam, elektronika, makanan, peralatan listrik, tekstil, kendaraan bermotor, barang logam, serta karet dan bahan dari karet.
“Strategi yang ditempuh pemerintah dengan menurunkan impor. Sehingga, merangsang pertumbuhan industri substitusi impor dalam negeri, peningkatan utilitas industri domestik dan peningkatan investasi untuk produksi barang substitusi impor,” pungkas Agus.(OL-11)
Industri makanan dan minuman Indonesia tumbuh 6,4% pada Triwulan III 2025. Namun, konsumsi susu nasional masih rendah dan ketergantungan impor bahan baku jadi tantangan utama.
PENGUATAN pendidikan vokasi merupakan strategi utama dalam membangun industri nasional yang bernilai tambah tinggi, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Doddy Rahadi menyebutkan bahwa pendidikan vokasi menjadi tulang punggung industri.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi industri.
Guna mencetak SDM industri yang kompeten, salah satu langkah strategis yang dilakukan Kemenperin adalah penyelenggaraan Pelatihan Industrial-Based Curriculum (IBC).
Program ini merupakan peta jalan strategis untuk mengimplementasikan revolusi industri keempat di Indonesia.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved