Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Juli 2021 sebesar US$15,11 miliar. Capaian itu turun 12,22% dari periode Juni 2021 yang tercatat US$17,22 miliar (month to month/mtm).
Penurunan nilai impor pada Juli 2021 disebabkan adanya penurunan nilai impor migas dan nonmigas. Tercatat, impor migas Indonesia sebesar US$1,78 miliar, atau turun 22,8% (mtm). Demikian juga dengan impor nonmigas yang tercatat US$13,33 miliar atau turun 10,67% (mtm).
Baca juga: Pasar Nantikan Risalah Pertemuan The Fed
"Kalau dibandingkan Juli 2020 (year on year/yoy), impor kita masih meningkat 44,44%. Secara tahunan, impor migas Indonesia tercatat tumbuh 86,39% dan impor nonmigas tumbuh 40,21%," jelas Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers virtual, Rabu (18/8).
Berdasarkan penggunaan barang, impor diketahui mengalami kinerja minus secara bulanan. BPS mencatat nilai impor barang konsumsi sebesar US$1,62 miliar, atau minus 1,22% (mtm). Lalu, impor bahan baku atau penolong US$11,42 miliar atau minus 12,37% (mtm), berikut impor barang modal US$2,07 miliar, atau minus 18,58% (mtm).
Baca juga: Juli 2021, Nilai Ekspor Indonesia Turun 4,53%
Namun, jika dibandingkan realisasi Juli 2020, tingkat impor berdasarkan penggunaan barang masih memiliki pertumbuhan positif. Impor barang konsumsi tercatat tumbuh 45,97% (yoy), impor bahan baku atau penolong tumbuh 54,61% (yoy), kemudian impor barang modal tumbuh 5,38% (yoy).
"Ini juga indikasi baik. Kalau kita bandingkan secara yoy, impor bahan baku atau penolong itu menandakan masih adanya permintaan. Serta, menandakan ekonomi domestik beraktivitas, karena sektor industri masih membutuhkan bahan baku," ungkap Margo.(OL-11)
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
DI sektor petrokimia, pengelolaan air tidak hanya berfokus pada pemenuhan baku mutu lingkungan, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam menjaga kontinuitas operasi industri.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Hal itu disampaikan Indra dalam Talkshow Perburuhan Nasional bertema 'Babak Baru Ketenagakerjaan Indonesia' yang digelar di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Jumat (30/1).
Yulina memimpin bisnis yang memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Nusantara.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen secara tahunan (year on year/YoY).
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa penduduk bekerja pada November 2025 tercatat sebesar 147,91 juta orang.
Badan Pusat Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja perekonomian nasional yang solid di sepanjang 2025 dengan pertumbuhan sebesar 5,11% secara tahunan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai US$241,86 miliar, atau meningkat 2,83% dibandingkan tahun sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved