Minggu 08 Agustus 2021, 16:11 WIB

Indonesia Kirim 271 PMI ke Jepang

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Indonesia Kirim 271 PMI ke Jepang

Antara
Seorang pekerja migran menunjukkan di kantor BNP2TKI di Ciracas, Jakarta Timur.

 

PEMERINTAH Indonesia akan mengirim 271 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) kandidat nurse dan kandidat careworker dalam program Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) Batch XIV, untuk penempatan tahun 2021.

Untuk kandidat IJEPA Batch XIV ini, direncanakan akan diberangkatkan  8 kandidat nurse (kangoshi) dan 263 kandidat careworker (kaigofukushishi).

"Sesuai informasi yang kami terima dari Embassy of Japan, pihak Jepang telah menjadwalkan keberangkatan para kandidat IJEPA Batch IV ke Jepang dalam tiga kelompok keberangkatan. Yakni tanggal 17, 18 dan 20 Agustus 2021 dan meminta agar para kandidat dapat diberangkatkan sesuai penjadwalan tersebut," ungkap Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK) Kemnaker Suhartono dilansir dari keterangan resmi, Minggu (8/8).

Suhartono menambahkan, berdasarkan informasi dari surat Embassy of Japan tersebut, permohonan visa kandidat nurse dan kandidat careworker program IJEPA Batch XIV sedang dalam peninjauan. Selanjutnya, setelah disetujui tanggal masuk ke Jepang tersebut, akan dikomunikasikan secara resmi melalui verbal note.

“Untuk mempersiapkan proses pemberangkatan kandidat IJEPA Batch XIV, Kemnaker dan BP2MI telah dan akan terus berkordinasi dengan pihak terkait terkait teknis pelaksanaan pemberangkatan para kandidat,“ ujarnya.

Perlu diketahui, sebelumnya pada Desember akhir tahun 2020 lalu, Indonesia telah memberangkatkan 295 PMI nurse dan careworker batch XIII melalui program IJEPA atau G to G Jepang. Pelepasan PMI tersebut merupakan kali pertama di masa covid-19 ini dan dilakukan secara virtual.

Menurut Suhartono, Pemerintah Indonesia dan Jepang telah intens menjalin kerja sama yang sangat baik, khususnya dalam penempatan PMI dan pemagangan ke Jepang. Dalam penempatan PMI, kerja sama kedua pemerintah telah terjalin dalam dua program, yaitu program IJEPA dan Specified Skilled Worker (SSW) atau pekerja berketerampilan khusus.

“Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada pekerja migran Indonesia dan kami berharap kerja sama penempatan PMI ke Jepang dalam program IJEPA dapat ditingkatkan, baik dalam penambahan kuota penempatan PMI sebagai kandidat nurse dan kandidat careworker, maupun dalam perluasan sektor penempatan PMI di bawah program IJEPA,” pungkas Suhartono. (E-3)

Baca Juga

Antara/Agung Rajasa

OJK: Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 25 Mei 2022, 20:39 WIB
Data OJK per April menunjukkan kredit perbankan tumbuh sebesar 9,10% (year on year/yoy) atau 3,69% (year to date/ytd), meningkat signifikan...
Dok. Chitose Internationl

Ekonomi Mulai Pulih, CINT Optimistis Cetak Peningkatan Penjualan Hingga 21,04% Tahun ini

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 20:36 WIB
Chitose mencatatkan laba bruto Kuartal I-2022 sebesar Rp18,97 miliar juga mengalami peningkatan 21,73% dibandingkan dengan Kuartal...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bertemu Wakil Presiden Zambia, Jokowi Tawarkan Penguatan Kerja Sama Ekonomi

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 25 Mei 2022, 20:06 WIB
"Bapak Presiden menyampaikan harapan, ke depan ekspor Indonesia termasuk Crude Oil Palm, kertas, dan pakaian jadi terutama, dapat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya