Rabu 04 Agustus 2021, 13:33 WIB

Subsidi Upah Pekerja Tahun Ini, Berikut Perubahan Persyaratannya

Mediaindonesia | Ekonomi
Subsidi Upah Pekerja Tahun Ini, Berikut Perubahan Persyaratannya

MI/RAMDANI
Pekerja menggunakan masker pelindung saat melewati trotoar menuju kantornya di kawasan Sudirman, Jakarta.

 

MENTERI Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan terdapat beberapa perbedaan antara skema bantuan subsidi gaji/upah (BSU) pada 2021 dengan tahun lalu bagi pekerja.

"Setidaknya terdapat tiga perbedaan skema dengan BSU tahun lalu," ujar dia melalui siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu.

Pertama, pada aspek kriteria calon penerima BSU, khususnya pada batasan gaji/upah, wilayah, serta sektor pekerjaan yang terdampak.

Menurut Ida, pada BSU tahun ini, pekerja/buruh yang berhak mendapatkan bantuan harus mempunyai gaji/upah paling banyak Rp3,5 juta. Pekerja/buruh yang bekerja di wilayah dengan UMP atau UMK lebih besar dari Rp3,5 juta, maka persyaratan gaji/upah tersebut menjadi paling banyak sebesar UMP atau UMK dibulatkan ke atas hingga ratus ribuan penuh.

Ida mencontohkan Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp4.416.185 dibulatkan menjadi Rp4.500.000. Begitu juga dengan Upah Minimum Kabupaten Karawang sebesar Rp4.798.312,00 dibulatkan menjadi Rp4.800.000.

"Adapun pada aspek batasan wilayah, pekerja/buruh yang berhak mendapatkan BSU, yaitu pekerja yang bekerja di wilayah PPKM level 3 dan level 4 yang ditetapkan pemerintah sebagaimana dalam Lampiran I Permenaker 16/2021," katanya.

BSU tahun ini diutamakan bagi pekerja/buruh yang bekerja pada sektor industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri, properti dan real estate, perdagangan dan jasa, kecuali jasa pendidikan dan kesehatan.

"Sedangkan tahun lalu, batasan gaji/upah penerima BSU maksimal sebesar Rp5 juta dan tidak ada pembatasan wilayah maupun sektor," ucapnya.

Kedua, besaran dana yang akan diterima oleh pekerja/buruh pada BSU tahun 2021 ini sebesar Rp500 ribu per bulan untuk dua bulan dan akan disalurkan sekaligus sebesar Rp1 juta.

Dia mengatakan nominal tersebut berbeda dengan tahun lalu yakni dana yang disalurkan penerima BSU sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan sehingga jumlah BSU yang didapatkan sebesar Rp2,4 juta.

Ketiga, dari sisi skema penyaluran, khususnya pada rekening penerima BSU yang seluruhnya akan disalurkan melalui empat bank Himbara, yakni BRI, BNI, BTN, dan Bank Mandiri. Pada tahun lalu, penyaluran dana BSU menggunakan rekening pribadi penerima BSU.

Ia berharap, penyaluran BSU tahun ini lancar, tetap sasaran, dapat membantu pekerja/buruh yang berkurang pendapatannya serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.(Ant/OL-4)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Jumlah Penonton MotoGP Mandalika Ditambah Jadi 100 Ribu Orang

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 17 Januari 2022, 11:00 WIB
Airlangga Hartarto menyebutkan, Presiden Joko Widodo menyetujui adanya penambahan jumlah penonton dalam gelaran MotoGP 2022 di Mandalika...
MI/Dwi Apriani

Pertamina Temukan Sumber Minyak di Jambi

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 17 Januari 2022, 10:37 WIB
Sumur SGET-001 terletak kurang lebih 8 km dari fasilitas produksi eksisting SP GS-02 dan 14 km dari fasilitas produksi SP...
ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

PUPR : Konstruksi Pengendali Banjir di Bandara YIA Rampung 2023

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 17 Januari 2022, 10:12 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir Bandara Yogyakarta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya