Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan pergerakan harga bahan pokok dan pelengkapnya yang masih stabil selama pelaksanaan PPKM sejak awal Juli.
Seperti, harga beras medium antara per Jumat (23/7) kemarin, berada di Rp10.300 per kg, atau turun 1,9% dibandingkan bulan lalu (mom). Harga beras premium berada di Rp12.300 per kg, atau turun 0,81% dibandingkan bulan lalu.
Kemudian, harga gula terpantau di kisaran Rp13.000 per kg. Untuk harga minyak goreng, baik curah, kemasan sederhana, maupun premium, seluruhnya masih dalam keadaan stabil, dengan kenaikan Rp100.
Lalu, harga minyak goreng curah di kisaran Rp13.400 per liter dan harga minyak goreng kemasan sederhana di Rp14.100. Harga daging sapi tercatat Rp126.600 per kg, atau turun Rp300 dari minggu lalu. Namun, naik dari Rp125.700 per kg dari bulan lalu (naik Rp 900 atau 0,72%).
Baca juga: Pemerintah Catat Realisasi KUR Sudah Separuh Target
Akan tetapi, Lutfi menilai pergerakan harga masih tergolong stabil. Pada harga daging ayam, naik Rp200 menjadi Rp33.700 per ekor dibandingkan minggu lalu. Meskipun turun hampir 8% dibandingkan bulan lalu yang harganya Rp36.700 per ekor.
Untuk harga telur ayam ras naik Rp500 menjadi Rp26.200 per kg, atau naik Rp200 bila dibandingkan bulan lalu. Harga bawang merah tercatat naik Rp1.200 menjadi Rp33.300 per kg. Penyebabnya, cuaca ekstrem di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang mendekati panen.
"Semestinya pada Agustus nanti harga bawang merah akan kembali normal," kata Lutfi dalam konferensi pers, Senin (26/7).
Harga kedelai terpantau di Rp12.500 per kg, tetap dari minggu lalu dan naik Rp100 dari bulan lalu. Untuk harga bawang putih, stabil naik Rp600 menjadi Rp29.500 per kg, dari sebelumnya pada Juni di Rp29.500 per kg.
Baca juga: Cuaca Buruk, Harga Cabai di Aceh Naik
Kemudian, harga cabai merah keriting naik menjadi Rp38.500, atau naik sekitar Rp6.800 dari periode Juni. Kenaikan harga dipengaruhi silkus musiman dan mendekati masa panen baru. Mendag berharap harga komoditas tersebut akan membaik.
Untuk harga cabai rawit merah naik 22,41% menjadi Rp71.000 per kg, dibandingkan bulan lalu sebesar Rp58.000 per kg. Menyoroti stok beras, tersedia untuk 17,4 bulan, gula pasir tersedia untuk 3 bulan, serta minyak goreng tersedia untuk hampir 2 bulan ke depan.
"Semua harga bahan pokok sebenarnya baik," pungkas Lutfi.
Mendag juga mengingatkan bahwa pasar rakyat di Jakarta, yang menerapkan PPKM level 4, boleh dibuka sampai pukul 20.00 WIB, dengan kapasitas pasar 50%. Di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta dan Bali juga berlaku hal yang sama.(OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Tinjauan langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penurunan harga beras terjadi
MENJELANG perayaan Imlek 2025, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok.
Pemerintah melalui Bapanas membangun kios pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya sinergis dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Harga pangan yang relatif stabil di level tinggi telah mengikis daya beli masyarakat. Kondisi itu akan semakin buruk jika ke depan ada kenaikan biaya lain.
Komoditas seperti jagung yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved