Jumat 23 Juli 2021, 20:44 WIB

Ekonomi Triwulan II Diprediksi tumbuh 4-5 persen

Mediaindonesia | Ekonomi
Ekonomi Triwulan II Diprediksi tumbuh 4-5 persen

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
KRL melintas dengan latar belakang permukiman penduduk dan gedung bertingkat di Jakarta.

 

PENGAMAT ekonomi Center of Reform on Economics Indonesia (CORE) Yusuf Rendy Manilet memprediksi pertumbuhan ekonomi triwulan II-2021 berkisar antara 4 persen sampai 5 persen year on year.

"Jika merujuk pada beberapa leading indikator memang potensi pertumbuhan ekonomi untuk masuk zona positif sangat besar untuk bisa terjadi di kuartal II ini," kata Yusuf kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2021 berpotensi mengalami rebound atau pembalikan karena pada periode yang sama tahun 2020, perekonomian nasional mengalami kontraksi.

"Dari leading seperti indikator penjualan riil, pertumbuhannya telah berada di zona positif setelah sebelumnya di kuartal I, masih berada di zona negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan barang dan jasa dari masyarakat mengalami peningkatan," kata Yusuf.

Peningkatan permintaan tersebut, lanjut dia, sejalan dengan momentum bulan Ramadhan dan Lebaran pada triwulan II-2021 yang mendorong permintaan konsumen terhadap barang dan jasa.

Baca juga: Industri Kreatif Didorong Masuk E-Commerce, Sudah 8 Juta Pelaku Usaha Terwadahi

Selain itu, realisasi stimulus fiskal dalam bentuk belanja pemerintah dan penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang meningkat juga membantu membaiknya kinerja konsumsi.

"Untuk belanja pemerintah pusat misalnya sampai dengan bulan Mei pertumbuhannya sudah mencapai 20 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1 persen," ucap Yusuf.

Saat ini, realisasi PEN telah disalurkan dalam berbagai bentuk, seperti bantuan perlindungan sosial untuk masyarakat kurang mampu dan insentif pajak bagi pelaku usaha.

"Sementara untuk net ekspor, pertumbuhan ekspor yang terjadi selama semester I, didukung perbaikan harga komoditas dan pemulihan perekonomian negara utama tujuan ekspor seperti China," tambahnya.

Sebelumnya, perekonomian Indonesia tercatat kontraksi atau tumbuh pada zona negatif sejak triwulan II-2020 seiring dengan makin meningkatnya pandemi COVID-19.(Ant/OL-4)

Baca Juga

Dok. Kementerian ATR/BPN

Kementerian ATR/BPN Gelar Sosialiasi PP Turunan UU Cipta Kerja Bidang Pengendalian Fungsi Tanah dan Ruang 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 00:11 WIB
Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (Ditjen PPTR) membawahi beberapa PP, yaitu PP Nomor 18 Tahun 2021 tentang...
Dok. Kemendag

UKM Binaan ECP Kemendag Sukses Perluas Pasar Ekspor Furniture ke UEA 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:52 WIB
CV Mebel Internasional merupakan peserta ECP untuk wilayah Jawa Tengah yang berhasil mendapatkan permintaan dari UEA dengan memanfaatkan...
Dok. Diamondland

Ikut Bantu Pencapaian Herd Immunity dan Pemulihan Ekonomi, Diamonland Gelar Vaksinasi Massal 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:06 WIB
Kegiatan itu merupakan bentuk tanggung jawab sosial dalam menyukseskan pencapaian herd immunity melalui vaksinasi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya