Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pupuk Indonesia berkomitmen menindaklanjuti hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal tersebut dilakukan demi mempertahankan operasional dengan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik.
Sebagaimana diketahui, dari proses audit yang dilakukan, BPK menemukan adanya penyimpangan pada penetapan Harga Pokok Produksi (HPP). HPP ditetapkan terlalu tinggi karena ada biaya-biaya bukan komponen produksi yang dimasukkan sehingga tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01/Permentan/Sr.130/1/2012 Tentang Komponen Harga Pokok Penjualan Pupuk Bersubsidi untuk sektor pertanian.
Menanggapi temuan itu, SVP Komumikasi Korporat Pupuk Indonesia mengungkapkan pihaknya telah menindaklanjuti dan memperbaiki penghitungan HPP sesuai dengan hasil temuan BPK.
“Mengenai adanya temuan-temuan terkait HPP, itu telah ditindaklanjuti anak-anak perusahaan dan telah dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dasar pemerintah membayar subsidi adalah hasil audit BPK, dan kami juga menerima pembayaran subsidi sesuai dengan audit tersebut," ujar Wijaya kepada Media Indonesia, Kamis (22/7).
Ia menambahkan setiap rekomendasi yang datang dari BPK ataupun institusi auditor eksternal lainnya merupakan masukan-masukan yang sangat penting untuk perbaikan perseroan di masa mendatang.
"Perseroan merasa sangat terbantu atas berbagai masukan yang diberikan. Kami berharap dapat terus melakukan perbaikan berkesinambungan sehingga berkontribusi positif kepada pendapatan negara serta menjadi perusahaan yang menjadi motor perekonomian dari hulu ke hilir dalam bisnis pupuk," tandasnya.
Di tengah pandemi dan kondisi ekonomi yang sulit, Pupuk Indonesia mampu mencatatkan kinerja operasional yang positif.
Dari sisi produksi, perseroan bisa menghasilkan 19,3 juta ton atau mencapai 118% dari target rencana kerja anggaran. (OL-8)
Komitmen memperkuat efisiensi industri dan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) mengantarkan PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih sejumlah penghargaan.
Penambahan alokasi didasari pertimbangan karena Kabupaten Cianjur yang merupakan salah satu daerah lumbung pangan di Jawa Barat.
Pupuk bukan sekadar komoditas dagang, melainkan instrumen vital negara.
Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton untuk Perkuat Produksi Pupuk NPK
Selama ini, sektor pertanian di Papua terbebani oleh ongkos pengiriman pupuk yang sangat mahal.
“Kebutuhan pupuk petani mencapai sekitar 50 ton per hari, sementara pengiriman yang masuk ke kios sangat terbatas."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved