Kamis 22 Juli 2021, 17:16 WIB

Kemenaker Matangkan Kebijakan Program Bantuan Subsidi Upah 2021

 Despian Nurhidayat | Ekonomi
Kemenaker Matangkan Kebijakan Program Bantuan Subsidi Upah 2021

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah saat menyampaikan paparan saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR.

 

MENTERI Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan bahwa hingga saat ini, pihaknya masih terus mematangkan kebijakan penyaluran bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah bagi pekerja/buruh, atau Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja/buruh di tahun 2021 ini.

Kebijakan ini sebagai upaya membantu mengatasi dampak sektor ketenagakerjaan akibat pandemi Covid-19, khususnya di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Melalui kebijakan penyaluran BSU 2021 yang diluncurkan ke publik pada Rabu (21/7) malam, diharapkan dapat mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan membantu pekerja/buruh yang dirumahkan atau berkurang gajinya karena pembatasan jam kerja. 

"Upaya ini tidak lain agar tingkat pengangguran dan kemiskinan akibat pandemi dapat kita tekan," kata Ida dilansir dari keterangan resmi, Kamis (22/7). 

Ida menambahkan, sejak tahun 2020 lalu, pihaknya telah menggulirkan empat program PEN dan menyentuh langsung sektor ketenagakerjaan di Indonesia.

Pertama, program BSU yang telah diberikan kepada 12,2 juta orang. Kedua, program kartu pra kerja yang menyasar pada 5,5 juta orang.

Ketiga, program bantuan produktif usaha mikro yang mencapai 12 juta orang. Keempat, berbagai program padat karya di Kementerian/Lembaga yang menyasar 2,6 juta orang. 

"Keempat program tersebut merupakan wujud keseriusan Kemnaker sebagai salah satu pelaksana program PEN yang terus berupaya keras menanggulangi dampak pandemi Covid-19 di sektor ketenagakerjaan," tuturnya.

Menurut Ida, pihaknya juga banyak meluncurkan program dalam penanganan dampak Covid-19 pada tahun 2020 lalu.

Program berupa pelatihan vokasi dengan metode blended training yang mencapai 121 ribu orang, pelatihan peningkatan produktivitas bagi 11 ribu tenaga kerja, serta sertifikasi kompetensi yang mencapai hampir 750 ribu orang. 

Program lainnya terkait jaring pengaman perluasan kesempatan kerja seperti program wirausaha, padat karya, dan inkubasi bisnis yang total mencapai 322 ribu orang. 

Tak ketinggalan, Kemnaker juga melakukan jejaring kerja sama penempatan tenaga kerja di tengah pandemi, dengan berhasil menempatkan 948 ribu tenaga kerja di dalam maupun di luar negeri. 

"Jika kita total upaya pemerintah memitigasi dampak pandemi di sektor ketenagakerjaan tadi jumlahnya bisa mencapai 34,6 juta orang, melebihi penduduk usia kerja terdampak Covid-19, yang menurut survei BPS mencapai 29,12 juta orang," ujar Ida. 

Ida menjelaskan, untuk memastikan investasi dapat menyerap tenaga kerja secara optimal, maka pemerintah telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memberikan perizinan investasi.

Hal ini diperlukan agar investasi yang bisa dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan dan keunggulan karakteristik masing-masing daerah, serta bisa memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan termasuk, dalam hal penyerapan tenaga kerja. 

"Pemerintah juga menjalankan strategi kolaborasi lintas sektoral dalam hal pengembangan investasi yaitu dalam pelaksanaan proyek-proyek strategis nasional yang dalam pelaksanaannya melibatkan berbagai kementerian atau lembaga," katanya.

"Misalnya program pengembangan daerah pariwisata super prioritas, Kemenaker melalui BLK ikut terlibat dalam pengembangan kualitas SDM pekerja yang ada," pungkas Menaker. (Des/OL-09)

Baca Juga

Ist/Kementan

Benih Bermutu Kunci Kesuksesan Kampung Bawang Merah

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 07:04 WIB
Pengembangan kawasan kampung hortikultura harus dimulai dengan penggunaan benih yang bermutu dan...
Ist

Dosen IPB : Pemerintah Harus Perhatikan Sektor UMKM  di Tengah PPKM Level 4

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 04:55 WIB
Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 ini sangat berpengaruh bagi sumber ekonomi masyarakat terutama sektor...
Antara

Luhut: Penanganan Pandemi Bertumpu pada Masukan Epidemolog

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 02 Agustus 2021, 23:50 WIB
Menyoal vaksinasi, dia menyampaikan, pada Agustus dan September 2021 Indonesia akan mendatangkan 60 juta hingga 70 juta...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ini Adalah Pekerjaan Kita

POLDA Metro Jaya menggelar program Vaksinasi Merdeka dengan target seluruh warga DKI Jakarta sudah menerima vaksin covid-19 tahap pertama pada 17 Agustus 2021.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya