Senin 05 Juli 2021, 21:51 WIB

Pekerja Sektor Non-Esensial Dipaksa Bekerja ke Kantor saat PPKM Darurat, Luhut : Lapor

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Pekerja Sektor Non-Esensial Dipaksa Bekerja ke Kantor saat PPKM Darurat, Luhut : Lapor

MI/Insi Nantika Jelita
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan

 

MOBILITAS pekerja yang tinggi selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali menjadi sorotan penting oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Dia pun meminta agar para pekerja proaktif melaporkan ke dinas ketanagakerjaan daerah masing-masing, jika masih dipaksa tetap bekerja di kantor, bila mereka dari sektor non esensial.

"Saya menegaskan agar seluruh karyawan yang dipaksa bekerja di kantor, padahal perusahaan sektor non esensial, agar segera melaporkan kepada pemerintah atau dinas ketenagakerjaan daerah," tegas Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (5/7).

Luhut pun meminta semua pihak agar bekerjasama dalam memerangi penularan covid-19 dengan patuh terhadap aturan pembatasan. 

Di Jakarta misalnya, ada situs Jakevo untuk mengajukan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) bila bekerja berkantor dari sektor esensial dan kritikal.

Pekerjaan di sektor esensial antara lain, keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi. Kemudian, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, serta industri orientasi ekspor.

Baca juga : PPKM Darurat, Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Direvisi

Di satu sisi, Luhut meminta aparat dan kepala daerah untuk tidak segan memberikan sanksi kepada perusahaan yang didapati abai terhadap aturan PPKM darurat. Seperti diketahui, perusahaan non esensial diharuskan para karyawanya 100% bekerja dari rumah atau WFH.

"Saya harap ada patroli untuk Kapolda Metro dan Pangdam Jaya untuk mengecek apakah masih beroperasi yang bukan sektor non esensial, dan juga tidak segan untuk memberikan sanksi kepada perusahaan tersebut," ucap Luhut.

Ketegasan soal sanksi ini bukan tanpa sebab. Luhut mengaku, dari pantauan langsung bahwa arus mobilitas di wilayah Jabodetabek masih tinggi pada hari ini saat PPKM darurat diberlakukan.

Bayangan akan peningkatan kasus covid-19 pun disampaikan Menko Marves masih tinggi, jika tidak ada penurunan mobilitas selama pengetatan ini.

"Dari data yang kami dapat bahwa 90% di Jakarta itu sudah (terpapar) varian Delta. Kalau kita bermain-main, saya katakan pasti bisa mengenai (covid-19) siapa saja, di sekeliling Anda," kata Luhut. (OL-7)

Baca Juga

Tokko Semesta

Ridwan Kamil Resmikan Platform Khusus UMKM Tokko

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 September 2021, 20:46 WIB
Tokko Semesta (tokko.co.id) merupakan sebuah platform digital yang dirancang untuk sepenuhnya mendukung aktivitas para pelaku UMKM dalam...
Dok.Semen Indonesia

Semen Indonesia Kembali Raih Predikat Outstanding Company dari Asiamoney

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 September 2021, 19:46 WIB
Penghargaan ini merupakan motivasi sekaligus semangat bagi SMGR untuk terus mendorong kinerja...
Ist/Kementan

BPP Lampung Raih Juara Realisasi Anggaran Berbasis Kinerja

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 September 2021, 19:32 WIB
Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung berhasil meraih juara II untuk kategori realisasi serapan anggaran di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya