Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG semester II tahun ini, pelaku usaha properti mulai melempar optimisme mengingat kondisi pasar yang mulai bergerak.
Namun ada syaratnya untuk mewujudkan optimisme tersebut. Pengembangan proyek-proyek harus selalu mengikuti perkembangan dan kebutuhan pasar. Salah satu pasar yang kini banyak diincar ialah kaum milenial.
Wakil Ketua DPP Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (AREBI) Nurul Yaqin mengakui penjualan properti dengan harga mulai dari Rp150 juta merupakan langkah yang sangat tepat untuk mendorong milenial membeli properti.
Menurutnya, milenial dapat diarahkan pula sebagai investor dengan membeli dalam lebih dari satu unit dengan harga yang sangat terjangkau itu.
"Untuk milenial yang baru pertama membeli properti, jangan diberikan properti harga miliaran pada tahap awal," tegas Nurul dalam webinar dengan tema PCR (Property Cuan Rising) di Depok, Jumat (18/6), seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (19/6).
Ia menambahkan bahwa pasar milenial dalam industri properti merupakan segmen pasar yang cukup besar sebagai pembeli rumah pertama. Selain itu, milenial harus disadarkan agar mampu melihat ini sebagai peluang investasi karena selepas pandemi Covid-19 harga akan terkerek naik.
“Ada harga yang terpendam sehingga nanti langsung melonjak setelah selesai pandemi. Dengan demikian, sekarang ini memang menjadi waktu yang tepat untuk berinvestasi di properti,” jelas Nurul.
Menurut Marketing Director Diamond Land Development Tony Hartono, pasar milenial mesti diberikan banyak kemudahan agar berminat beli properti.
Ia mencontohkan, proyek Diamond Land yakni Dave Apartment di Depok dan Gucci 1 Apartment di ruas Jl Raya Bogor, Depok (bagian dari proyek perumahan D’Marco) yang dikembangkan untuk menyasar segmen milenial cukup laku di pasaran. Produk yang disebut terakhir dijual dengan harga Rp150 jutaan.
"Kita juga memberikan kemudahan dalam pola bayar sehingga lebih memudahkan bagi konsumen milenial,” imbuh Tony
Secara umum, ia menjelaskan, dalam pengembangan proyeknya, Diamond Land Development memiliki karakter dan konsep produk yang berbeda. Saat ini perusahaan yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode DADA itu sedang menggarap 15 proyek di berbagai lokasi, utamanya Jakarta dan sekitarnya.
Terkait pembiayaan untuk milenial, Senior Vice President Non Subsidized Mortgage & Personal Lending Division PT Bank Tabungan Negara Tbk Suryanti Agustinar menyarankan agar milenial melihat properti sebagai investasi dan pada awalnya bisa difungsikan sebagai tempat tinggal (enduser).
Untuk itu BTN pun menurut Suryanti terus memacu bisnisnya yang fokus pada pembiayaan properti. Dengan demikian, lanjutnya, Bank BTN kini juga siap untuk membiayai mereka yang bermasud menginvestasikan dana mereka di properti.
"Selain itu, saat ini pemerintah pun memberikan kemudahan untuk pembelian properti. Tidak hanya dalam persyaratan tapi juga kemudahan uang muka hingga keringanan pajak-pajak di sektor properti,” jelasnya.
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh dengan dukungan developer sebagai mitra strategis, memperkuat sektor properti dan program perumahan nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved