Jumat 18 Juni 2021, 13:07 WIB

Miliki Potensi Besar, Karantina Pertanian Manado Ajak Semua Pihak Waspada ASF

mediaindonesia.com | Ekonomi
Miliki Potensi Besar, Karantina Pertanian Manado Ajak Semua Pihak Waspada ASF

DOK KEMENTAN

 

MEREBAKNYA kembali penyakit yang diduga African Swine Fever (ASF) di beberapa wilayah Indonesia, seperti Manokwari dan Berau, Kalimantan Timur, tentu menjadi perhatian bagi peternak babi di Sulawesi Utara (Sulut). 

Pasalnya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2020, populasi babi Sulut menempati posisi ke empat terbanyak di Tanah Air yakni  mencapai 400.000 ekor. 

Seperti diketahui sebelumnya bahwa penyakit ASF pertama kali masuk ke Indonesia pada 2019 melalui daerah Sumatera Utara. Wabah tersebut dilaporkan menyebar ke daerah lain. 

Baca Juga: Babi Terserang Virus, Peternak di Sikka Rugi Rp47,6 Miliar

Walaupun tidak bersifat zoonosis atau menular ke manusia, namun virus tersebut sangat ganas karena dapat menyebabkan kematian hingga 100% pada babi. Sifat virusnya yang tahan terhadap lingkungan sehingga media penularnya juga banyak. 

Selain melalui babi dan produk turunannya, virus ini dapat menular melalui pakan, alat transportasi, pekerja kandang, alat-alat pada kandang, dan lain sebagainya. 

"Posisi Sulut saat ini sudah terkepung oleh daerah wabah ASF termasuk juga ancaman penyebaran dari negara tetangga kita, Filipina," kata Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan Saragih melalui keterangan persnya, di Manado, Kamis (17/6).

Hal yang sama juga disampaikannya saat menjadi salah satu narasumber pada dialog intraktif  bersama RRI Manado. Ia menambahkan bahwa kewaspadaan harus ditingkatkan lagi mengingat banyak warga Sulut yang menggantungkan ekonominya dari sektor tersebut. 

Masih menurutnya, belajar dari kasus ASF di negara lain, ada beberapa faktor yang menyebabkan masuknya ASF ke Indonesia. Yaitu pemasukan daging babi dan produk babi lainnya baik impor, domestik dalam negeri. Begitu juga berasal dari sisa katering transportasi internasional baik dari laut maupun udara yang masuk dari negara atau daerah yang sedang wabah ASF di mana kebanyakan tidak dibuang namun diolah kembali menjadi pakan ternak, jelasnya.

Selain Donni, hadir sebagai narasumber lainnya adalah Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sulut drh Hanna O. Tioho serta Ketua Asosiasi Peternak Babi Sulut Gilbert Wantalangi.

"Langkah efektif dalam mencegah terjadi ASF adalah melalui penerapan biosekuriti dan manajemen peternakan babi yang baik serta pengawasan yang ketat dan intensif juga tentunya kontribusi pemerintah dalam hal ini Karantina Pertanian dan Dinas-dinas terkait," kata Gilbert Wantalangi. 

Untuk meningkatkan kewaspadaan, seluruh dinas di kabupaten maupun kota terus aktif melakukan sosialisasi ke peternak babi yang ada di Sulut. "Kami juga menghimbau kepada peternak agar  membatasi atau melarang masuk ke kandang tamu yang datang dari luar Sulut," jelas Hanna.

Berdasarkan data lalu lintas pertanian dari IQFAST, Barantan, sampai Mei 2021 pengiriman daging babi Sulut ke berbagai wilayah seperti Maluku, Papua sampai ke Jakarta mencapai 450 ton. Dan angka ini meningkat sangat signifikan dibanding periode yang sama di tahun 2020 yang hanya 93 ton saja.

"Hal ini tentu menjadi berkah buat Sulut karena masih bebas dari ASF. Peningkatan terbesar karena mensuplai kebutuhan di Jakarta dan Tangerang. Untuk itu, mari kita perkuat kewaspadaan dan sinergisitas semua pihak agar ASF tidak masuk ke Sulut," pungkas Donni. (RO/OL-10)

Baca Juga

Dok Minaqu Home Nature

Menteri Koperasi UKM Dukung Minaqu Jadi Lokomotif Pasar Global

👤Media Indonesia 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 20:50 WIB
Para petani, lanjut Teten, harus dikonsolidasi, jangan biarkan mereka hanya menggarap di lahan yang sempit. Lebih baik terkonsolidasi...
 MI/Usman Iskandar.

Pahami Jenis dan Cara Investasi Reksa Dana

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 20:38 WIB
Reksa dana menjadi salah satu produk perbankan yang populer karena jenis investasi yang menguntungkan dan tingkat profitabilitasnya pasti...
Dok. Kinglnad Avenue

Gandeng Cushman & Wakefield, Kingland Avenue Hadirkan Layanan Bertaraf Internasional 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 20:28 WIB
“Kerja sama dengan Cushman & Wakefield sebagai building management service, akan menjadikan Kingland Avenue sebuah kawasan hunian...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya