Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
MASKAPAI Emirates yang berbasis di Dubai, Uni Emirate Arab, pada Selasa (15/6) membukukan kerugian tahunan US$5,5 miliar (Rp78 triliun). Kerugian ini yang pertama dideritanya dalam lebih dari tiga dekade, setelah pandemi virus korona menghancurkan industri penerbangan.
"Karena pembatasan penerbangan dan perjalanan terkait pandemi yang sedang berlangsung, maskapai melaporkan kerugian 20,3 miliar dirham (US$5,5 miliar) setelah laba tahun lalu 1,1 miliar dirham (US$288 juta)," kata maskapai terbesar di Timur Tengah itu dalam pernyataan.
Maskapai, yang terpaksa menghentikan sementara operasi tahun lalu, mengalami penurunan pendapatan 66% menjadi US$8,4 miliar.
Selama tahun fiskal, yang berakhir pada Maret, Emirates mengangkut 6,6 juta penumpang, turun 88% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
"Pandemi covid-19 terus mengambil korban yang luar biasa pada kehidupan manusia, komunitas, ekonomi, dan industri penerbangan dan perjalanan," kata ketua dan kepala eksekutif maskapai, Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, dalam pernyataan.
Dia menambahkan bahwa grup Emirates sangat terpukul oleh penurunan permintaan untuk perjalanan udara internasional karena negara-negara menutup perbatasan mereka dan memberlakukan pembatasan perjalanan yang ketat. (AFP/OL-14)
Alvin Lie menilai keberhasilan Pelita Air mempertahankan OTP bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan sistem manajemen operasional yang solid.
Pelita Air akan membuka rute internasional perdananya menuju Singapura pada 18 Agustus 2025 mendatang.
Dibandingkan penggabungan, pendekatan berbasis aliansi akan jauh lebih strategis. Ia mencontohkan model aliansi global seperti OneWorld, SkyTeam, dan Star Alliance.
Aliansi memungkinkan maskapai tetap mandiri namun bekerja sama dalam memperluas jaringan, efisiensi operasional, hingga program loyalitas.
Menurut Kemenhub, Pelita Air dinobatkan sebagai maskapai paling tepat waktu di Indonesia pada 2024 dengan tingkat ketepatan jadwal 94,3%.
Di saat banyak maskapai lain berjuang keras mempertahankan performa on-time, maskapai justru mampu konsisten berada di posisi teratas.
Hampir 70 persen upaya transformasi terhenti atau gagal, sering kali disebabkan oleh tujuan yang tidak jelas, kurangnya dukungan karyawan, dan tidak adanya struktur perubahan yang kuat.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, yang terpilih pada Juni, meminta Trump untuk membantu mewujudkan perdamaian antara kedua Korea selama kunjungannya ke Gedung Putih.
Banyak perusahaan belum memahami bahwa serangan siber tidak hanya menargetkan data, tetapi juga bisa mengganggu operasional hingga merusak reputasi perusahaan di mata publik.
PT Asuransi BRI Life menjalin kerja sama strategis dengan International Assistance, perusahaan penyedia layanan jaringan medis global.
Peruri menggelar Peruri Own Voice (POV) Playbook Series, sebuah program komunikasi yang bertujuan menjadikan suara karyawan sebagai kekuatan utama dalam membangun citra perusahaan.
KOMITMEN PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved