Senin 31 Mei 2021, 22:44 WIB

Dongrak Sektor Pariwisata, Sandiaga Beri Pelatihan Pelaku Parekraf

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Dongrak Sektor Pariwisata, Sandiaga Beri Pelatihan Pelaku Parekraf

Dok. Pribadi
Sandiaaga Uno saat kunjungan kerja ke Cirebon

 

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pandemi membuat sektor pariwisata dan juga pelaku usaha ekonomi kreatif untuk berinovasi dalam menghadapi tantangan tersebut. 

“Covid 19 memaksa kita untuk meningkatkan keterampilan bukan hanya dibidang jual online tetapi juga membuat konten kreatif untuk memasarkan produk-produk kita," ujar Sandiaga dalam diskusi dengan pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Cirebon, Jawa Barat, Senin (31/5). 

Sandiaga memastikan agar program pemerintah dibawah kementeriannya memberikan keadilan bagi masyarakat yang membutuhkan. 

“Pemerintah dan saya akan memastikan kementerian saya hadir dengan kebijakan yang berkeadilan untuk menyentuh masyarakat yang membutuhkan Program-program yang tepat sasaran tempat manfaat tepat waktu untuk sektor pariwisata dan pelaku usaha ekonomi kreatif,” paparnya. 

Sandiaga berkeyakinan dengan 3G para pelaku usaha ekonomi kreatif di wilayah Cirebon akan segera bangkit, "Kita harus terus melakukan inovasi kolaborasi adaptasi dan kolaborasi kita juga harus lakukan tiga G yaitu (gercep) gerak cepat, (geber) gerak bersama dan (gaspol) garap semua potensi," Pungkasnya. 

Sandiaga menyatakan para pelaku usaha ekonomi kreatif membutuhkan pembinaan dan akses permodalan. 

"Para pelaku ekonomi kreatif memiliki suatu kebutuhan yang sama yaitu untuk diberikan pelatihan dan pendampingan dan juga akses permodalan ini yang akan kita bantu dengan program-program  kemanprekraf untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya," tuturnya. 

Lebih lanjut, Sandiaga meminta pemerintah daerah setempat untuk membantu memetakan para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi covid-19 untuk segera didata. Dengan begitu, bantuan akan tepat sasaran. 

“Kami melakukannya melalui dana hibah pariwisata dan provinsi Jabar khususnya ciayu maja kuning ini kita sedang petakan kita butuh dukungan dari pemrov dan Pemkab dan Pemko untuk memberikan data-data terkini agar Pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif ini bisa diberikan sentuhan dana hibah," jelasnya. 

Baca juga : Ekspor Tuna Kaleng RI ke Spanyol Berpotensi Naik Pesat

Sementara itu, salah satu pelaku usaha ekonomi kreatif, Qimano Milk Puding, Novi mengaku pada kesempatan kali ini pihaknya bersyukur dapat mempromosikan produk jualanya. Apalagi kedatangan Sandiaga menambah motivasi untuk terus bertahan. 

"Alhamdulillah seneng bisa di datengi pak menteri, bisa ngobrol sama pak menteri ngobrol tentang mulai dari produksi bagaimana pemasaranya. Harapanya bisa berkembang lebih jauh dan saya datang ke acara ini sebagai media promosi juga. Produk yang jual harganya mulai dari 10 ribu sampai dengan 15 ribu," Ucapnya. 

Dalam kegiatan ini, Sandiaga disambut dengan tarian rama sinta dari sangar tari dewi sekar arum, tarian tersebut merupakan simbol ucapan selamat datang, dengan diiringi gamelan dari manungaling Budaya. 

Usai disambut tarian, Sandiaga melihat satu persatu stand para pelaku usaha ekonomi kreatif baru kemudian melihat dan bercengkrama dengan beberapa seniman asal cirebon jawa barat. 

Pelaku usaha ekonomi kreatif di wilayah cirebon diantaranya, untuk sektor makanan Ketan Gurih Nyona Lany, Madu Kuningan milik Amaar Thohir, Qimano Milk Puding milik Novi Dwi Yanti, Bawang Goreng Gurih Mamah Rosi milik Rosyyani, Rengginang Kidal Bidang kerajinan tangan Lukisan Kaca, Nisya Batik. 

kemudian beberapa Seniman yang hadir dalam acara tersebut yaitu Pengukir Kayu Sukardi, Seniman Pelukis Kaca Kusdono Rastika, Seniman Pemahat Topeng Rasuki. 

Seniman Pelukis Kaca Kusdono memberikan cinderamata dengan judul lukisan Shangyang Uno berjenis lukisan klasik ukuran 40x50 Cm dilukis pada media kaca. 

Sebagai gambaran, terdapat lukisan wajah Sandiaga Uno dengan disampingi tokoh wayang Sangyang Ismaya maksud dari lukisan tersebut yaitu sosok Sandiaga memiliki sifat yang sama dengan tokoh pewayangan tersebut yaitu menyukai seni dan budaya. (RO/OL-7)

Baca Juga

MI/Agung Sastro

Perbaikan Butuh Waktu Sebulan Telkom Minta Pelanggan Indihome Sabar

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 23 September 2021, 12:35 WIB
VICE President Corporate Communication Telkom Pujo Pramono memperkirakan, proses perbaikan kabel laut yang terganggu akan berlangsung...
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Menteri KKP Janjikan Perbaikan Pelabuhan Perikanan di 2022

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 23 September 2021, 12:10 WIB
Sejumlah indikasi pelabuhan perikanan belum memenuhi standar ialah adanya bau yang ditimbulkan dari aktivitas perikanan di sana dan belum...
DOK

Petani dan Pedagang Jagung Pertanyakan Peranan Kemendag

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 23 September 2021, 09:34 WIB
Ada 2 Kecamatan yang sejak dulu selalu memasuki masa panen pada akhir Oktober. Dua Kecamatan itu adalah Kecamatan Gerung dan Kecamatan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sarjana di Tengah Era Disrupsi

Toga kesarjanaan sebagai simbol bahwa seseorang memiliki gelar akademik yang tinggi akan menjadi sia-sia jika tidak bermanfaat bagi diri dan orang banyak di era yang cepat berubah ini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya