Senin 31 Mei 2021, 20:07 WIB

Ekspor Tuna Kaleng RI ke Spanyol Berpotensi Naik Pesat

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Ekspor Tuna Kaleng RI ke Spanyol Berpotensi Naik Pesat

Antara
Pekerja saat mengukur berat ikan tuna sirip kuning di wilayah Aceh.

 

PELUANG ekspor ikan tuna kaleng diharapkan naik pesat, setelah otoritas Spanyol menghentikan pengawasan intensif terhadap impor produk tuna kalengan dari eksportir asal Indonesia.

Dengan penghentian pengawasan intensif, produk ikan tuna kalengan dari eksportir yang masuk wilayah Spanyol, tidak perlu lagi melewati proses pengawasan khusus.

"Pemerintah meminta para eksportir melihat situasi ini sebagai sinyal yang baik, untuk meningkatkan ekspor ikan tuna kalengan ke Spanyol," ujar Plt. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana, Senin (31/5).

Baca juga: RI-Korsel Sepakat Tingkatkan Perlindungan Awak Kapal Perikanan

Keputusan dihentikannya pengawasan intensif terhadap produk ikan tuna kalengan dari eksportir Indonesia, yakni PT Toba Surimi, disampaikan unit kerja di bawah Kementerian Kesehatan Spanyol (Ministerio de Sanidad) kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Madrid pada 6 Mei 2021.

Alasan penghentian pengawasan ialah tidak ditemukannya kandungan histamin, yang melewati ambang batas dalam dua tahun terakhir. Khususnya, pada produk ikan kalengan yang diekspor perusahaan tersebut.

Kementerian Perdagangan melihat keputusan ini penting bagi kredibilitas produksi ikan kalengan Indonesia di pasar global. Indonesia pun menyambut baik keputusan otoritas Spanyol untuk menghentikan pengawasan intensif tersebut. "Kami harap eksportir Indonesia semakin terpacu mengekspor ke Spanyol,” imbuh Wisnu.

Baca juga: Indonesia Perlu Gencarkan Ekspor Florikultura

Sejak 25 September 2017, otoritas Spanyol mengawasi secara intensif produk tuna kalengan dari salah satu eksportir asal Indonesia. Hal itu dilakukan seiring penemuan otoritas Yunani terhadap kandungan histamin melebihi ambang batas yang diizinkan dan berasal dari eksportir yang sama.

Otoritas Yunani kemudian menyebarluaskan temuan tersebut melalui sistem peringatan terkait pangan antarnegara Eropa, yaitu Rapid Alert System for Food and Feed (RASFF). Selama masa pengawasan, tuna kalengan Indonesia tersebut harus melalui sejumlah tahapan. Rinciannya, pengambilan sampel produk yang dicurigai, analisis histamin sistematis, imobilisasi barang impor dan pemberian opini berdasarkan hasil analisis.

Otoritas Spanyol mencatat impor produk tuna kalengan dengan HS 1604.14 dari Indonesia sepanjang 2020 sebesar US$7,84 juta (Rp109,76 miliar, kurs Rp14.000). Nilai ini turun dibandingkan 2019, yang mencapai US$10,27 juta (Rp143,78 miliar).(OL-11)

 

Baca Juga

XL Axiata

XL Axiata bakal Akuisisi 66% Saham Link Net

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 23:58 WIB
Hal ini ditandai lewat penandatanganan kesepakatan tidak mengikat XL Axiata dengan pemegang saham mayoritas Link...
Dok MI

Serapan Anggaran Daerah Rendah karena Pemda Incar Bunga Bank

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 23:12 WIB
Imbal hasil, atau bunga yang diterima pemerintah daerah dari perbankan, kata Amir, masuk ke dalam...
Antara

Tol Listrik Sepanjang 864 Km Resmi Beroperasi di Flores

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 18:38 WIB
Dia menurturkan, kehadiran tol listrik tersebut bisa memperkuat keandalan listrik dan peningkatan rasio elektrifikasi di wilayah Indonesia...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya