Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENKO Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi pelepasan ekspor program florikultura dan benih sayuran. Apresiasi itu disampaikan saat menghadiri acara pelepasan ekspor florikultura di Minaqu Home Nature, Jungle Fest Bogor.
Upaya ini mempercepat program pemerintah terkait pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan ekspor. Florikultura atau tanaman hias merupakan salah satu bagian dari subsektor hortikultura, diketahui memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia.
Keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia memberikan peluang bisnis tanaman hias, baik untuk penyediaan kebutuhan dalam negeri, maupun pasar dunia yang masih terbuka lebar.
Baca juga: Pemerintah Soroti Disparitas Harga Ekspor Sarang Burung Walet
Global market value tanaman hias mencapai nilai US$22,329 miliar, atau lebih tinggi dibandingkan kopi dan teh. Namun, Indonesia baru memenuhi ceruk pasar dunia sebesar 0,1%.
Selain ekspor tanaman hias, Indonesia juga mempunyai potensi besar dalam ekspor benih sayuran ke mancanegara. Hampir semua produk sayuran di Indonesia punya potensi pasar di luar terutama di Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Thailand.
Baca juga: Ekspor Indonesia Tumbuh 20% pada Maret 2021
“Ke depan untuk peningkatan ekspor benih bisa ditingkatkan kerja sama beberapa perusahaan benih di Indonesia. Tujuannya, membuka pasar ekspor dan promosi bersama ke luar negeri dengan fasilitasi pemerintah,” tutur Airlangga, dalam keterangan resmi, Jumat (7/5).
Pengembangan agribisnis tanaman hias dan benih sayuran tentu akan menumbuhkan lapangan pekerjaan di setiap elemen rantai pasok. Termasuk, pengembangan dan perbanyakan bibit berteknologi melalui kultur jaringan. Inovasi teknologi, pengembangan lahan produksi, standarisasi dan sertifikasi produk, juga perlu ditingkatkan.
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia periode Januari-Maret 2021 mencapai US$48,90 miliar, atau meningkat 17,11% dibanding periode sama 2020 lalu. Adapun, nilai ekspor florikultura pada tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Pada 2018 nilai ekspor US$12,07 juta, pada 2019 sebesar US$13,53 juta dan pada 2020 tercatat US$19,98 juta.(OL-11)
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Ketahanan energi jadi prioritas nasional utama pada 2026 seiring penguatan strategi ekonomi hijau yang menjadi bagian dari agenda besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kembali mendapat kepercayaan untuk menakhodai Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) masa bakti 2026-2030.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Danantara Indonesia untuk menjelaskan kepastian arah kebijakan fiskal Indonesia kepada Moody's.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Saat ini, pemerintah masih menyusun aturan stimulus melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Airlangga menyebut aturan itu ditargetkan rampung pada Senin (9/2).
Ia menambahkan, pertumbuhan sektor riil bahkan melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga menopang kinerja ekonomi secara keseluruhan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved