Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) menilai transmisi kebijakan penurunan suku bunga acuan ke suku bunga dasar kredit (SBDK) perbankan sudah terlihat, meski berjalan perlahan.
Untuk meyakinkan publik agar mengakses pinjaman, Bank Sentral meminta perbankan untuk melakukan transparansi SBDK.
"Transmisi ini sudah berjalan, tapi memang tidak secepat yang diharapkan. Sampai akhirnya BI keluar dengan kebijakan untuk meminta perbankan menyampaikan transparansi atas SBDK," ujar Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo dalam seminar virtual, Selasa (4/5).
Baca juga: Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 3,5%
Dari permintaan BI, lanjut dia, muncul sentimen positif pada perbankan nasional untuk terus menurunkan SBDK. Masyarakat pun menjadi lebih percaya dan tertarik untuk meminjam kepada bank, dengan adanya transparansi SBDK tersebut.
Saat ini, selisih SBDK dengan suku bunga acuan berada di angka 3,9%. Selisih bunga itu turun dari yang sebelumnya di rentang 4,2% hingga 4,5%.
"Jadi dalam dua bulan SBDK perbankan diturunkan. Ini akan memberikan selisih suku bunga deposito dari 10% ke 9%. Harusnya dengan SBDK turun dapat menjadi insentif bagi peminjam. Pelaku korporasi untuk memulai pinjaman kepada perbankan," jelas Dody.
"Yang penting, bagaimana kita bisa channelling denagn sektor riil. Survei menunjukkan perbankan masih relatif hati-hati dari sisi pinjaman. Kecenderungannya, sejak pandemi covid-19 perbankan masih waspada dan cenderung di posisi yang lebih ketat," sambungnya.
Baca juga: Stabilitas Sistem Keuangan RI Masih dalam Kondisi Normal
Pemerintah bersama orotitas terkait dapat mempertemukan perbankan dengan dunia usaha. Hal itu akan memotong asimetris informasi dari kedua belah pihak.
"Perbankan mau lending, tapi tidak tahu mana yang prospektif. BI bersama pemerintah dan OJK melihat sektor-sektor prioritas, yang memiliki kontribusi signifikan pada ekspor, PDB dan juga membutuhkan pembiayaan," papar Dody.
Berdasarkan survei kegiatan dunia usaha (SKDU) BI, terlihat perbaikan di periode kuartal I 2021 dan awal kuartal II 2021. Perbaikan itu menandakan dua hal, yakni korporasi mulai memanfaatkan kapasitas yang ada, atau mulai memberikan porsi pada belanja modal untuk ekspansi.(OL-11)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Komisi XI DPR RI segera menyelenggarakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk calon deputi gubernur Bank Indonesia (BI).
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved