Sabtu 01 Mei 2021, 07:00 WIB

Akhir Pekan Ini Harga Emas Kembali Turun 60 sen

mediaindonesia.com | Ekonomi
Akhir Pekan Ini Harga Emas Kembali Turun 60 sen

Antara
Ilustrasi

 

EMAS melemah lagi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk hari keempat berturut-turut karena melonjaknya imbal hasil obligasi pemerintah AS dan data ekonomi yang positif membuatnya tetap di bawah tekanan konstan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, menyusut 60 sen AS atau 0,03 persen menjadi ditutup pada 1.767,70 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka terpangkas 5,6 dolar AS atau 0,32 persen menjadi 1.768,30 dolar AS.

Emas berjangka juga merosot 4,9 dolar AS atau 0,28 persen menjadi 1.773,90 dolar AS, Rabu (28/4/2021), setelah turun tipis 1,3 dolar AS atau 0,07 persen menjadi 1.778,80 dolar A pada Selasa (27/4/2021), dan naik tipis 2,3 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.780,10 dolar AS pada Senin (26/4/2021).

Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun mencapai tertinggi dua minggu di 1,684 pada Kamis (29/4/2021) karena obligasi mulai dijual lagi minggu ini setelah melonjaknya kepercayaan konsumen AS, yang mencapai tertinggi 14-bulan pada April.

"Sementara pasar global bersiap untuk melampaui inflasi, emas berkinerja buruk," kata TD Securities dalam sebuah catatan. "Arus keluar institusi-institusi terus membebani logam kuning ketika suku bunga nominal semakin mengurangi dampak perdagangan reflasi."

Selain belanja konsumen, serangkaian data ekonomi AS, dari inflasi hingga pembangunan rumah, harga rumah dan pekerjaan, telah melebihi perkiraan akhir-akhir ini, meningkatkan harapan untuk pemulihan yang lebih cepat dari perkiraan dari pandemi virus corona.

“Saat ini ada peningkatan kepercayaan investor dan konsumen pada keadaan dunia dan keadaan ekonomi AS, dan oleh karena itu pada keadaan dolar,” kata Christian dari CPM Group.

Baca Juga: Harga Emas Balik Menguat 7,8 dolar

Angka ekonomi optimis yang dirilis pada Jumat (30/4/2021) mengurangi daya tarik emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pendapatan pribadi AS naik 21,1 persen pada Maret, kenaikan bulanan terbesar dalam catatan pemerintah sejak 1959. Sementara itu, belanja konsumen naik 4,2 persen pada Maret.

Lembaga riset Institute for Supply Management melaporkan bahwa Chicago Business Barometer naik menjadi 72,1 pada April, level tertinggi sejak Desember 1983.

Indeks sentimen konsumen, yang dirilis oleh University of Michigan, meningkat menjadi 88,3 pada April, angka terbaik sejak dimulainya pandemi.

Namun demikian, emas telah naik 3,7 persen pada April, kenaikan bulanan pertama tahun ini.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 21,2 sen atau 0,81 persen menjadi ditutup pada 25,873 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 7,6 dolar AS atau 0,63 persen, menjadi ditutup pada 1.205,2 dolar AS per ounce. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Investor Cenderung Wait and See, IHSG akan Bergerak Terbatas

 

Baca Juga

Antara

Ekonom: Reformasi Perpajakan Perlu Dilakukan Menyeluruh

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 16 Juni 2021, 18:50 WIB
Reformasi sistem perpajakan harus mengoptimalkan potensi penerimaan di Indonesia, sehingga pembiayaan pembangunan tidak selalu...
MI/Susanto

BI Diprediksi Masih Tahan Suku Bunga Acuan

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 16 Juni 2021, 18:22 WIB
Selain dibutuhkannya tingkat suku bunga yang relatif rendah untuk perekonomian, juga belum ada sinyal kepastian The Fed terkait...
Ist

Launching Logo BUMN Muda, Soleh Ayubi Ajak Talenta Muda Kolaborasi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 16 Juni 2021, 18:15 WIB
Program mentorship dirancang agar bisa mengembangkan potensi dan meningkatkan kompetensi generasi muda. Dengan begitu, BUMN bisa memiliki...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Orang Rimba masih Berjuang untuk Diakui

MATA Mariau tampak berkaca-kaca kala menceritakan perihnya derita kehidupan anggota kelompoknya yang biasa disebut orang rimba.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya