Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
CENTER of Reform on Economics (CORE) Indonesia menilai tekanan dari pasar keuangan dunia berdampak pada kemampuan Bank Indonesia (BI) dalam melahirkan kebijakan moneter. Salah satunya, pemangkasan suku bunga acuan.
Artinya, Bank Sentral tidak memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan. Hal itu terlihat dalam beberapa bulan terakhir, setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan kebijakan stimulus perekonomian.
Baca juga: Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 3,5%
"Ini masih menjadi tantangan bagi BI. Sehingga, pada 2021 ini saya perkirakan BI semakin tidak punya ruang untuk menurunkan suku bunga acuan. Level 3,5% itu akan jadi level terendah," ujar Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah dalam diskusi virtaul, Selasa (27/4).
"Sebab semakin ke depannya, membaiknya perekonomian global akan ada normalisasi Bank Sentral di dunia," imbuhnya.
Kebijakan otoroitas AS pun berdampak pada nilai tukar rupiah yang tertekan dan melemah. Belum lagi, terjadi peningkatan imbal hasil obligasi surat utang Negeri Paman Sam, ketika imbal hasil obligasi Indonesia dalam level rendah.
Baca juga: BCA Catatkan Laba Bersih Rp7 Triliun pada Kuartal I 2021
Situasi itu memicu pergerakan aliran modal asing keluar, khususnya di portofolio. "Jika mereka melakukan normalisasi atau tappering, menyebabkan tekanan ke rupiah dan harus direspons oleh BI dengan menaikkan suku bunga," jelas Piter.
"Ke depan, saya perkirkan suku bunga akan cenderung tetap dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional. BI tampaknya sudah tidak ada ruang lagi untuk menurunkan suku bunga acuan," tutupnya.(OL-11)
Kemudahan transaksi digital, mulai dari one-click checkout hingga godaan promo di notifikasi ponsel, menjadi pemicu utama tingginya perilaku konsumtif.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
SCAM Kamboja bukan sekadar cerita kriminal lintas negara atau kisah tragis warga negara yang terjerat pekerjaan palsu di luar negeri.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
Memahami dinamika harga emas tidak hanya sekadar melihat grafik harian.
Perencanaan yang matang merupakan kunci untuk menyeimbangkan antara kebutuhan saat ini dan impian di masa depan.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved