Kamis 22 April 2021, 23:32 WIB

Ridwan Kamil Serukan Ekonomi Sirkular

Abdillah M Marzuqi | Ekonomi
Ridwan Kamil Serukan Ekonomi Sirkular

Dok Pemprov Jabar
Ridwan Kamil

 

GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil mengunjungi salah satu pabrik yang dapat memproduksi PET daur ulang atau RPET (recycled polyethilene terephtalate). Ridwan Kamil memposting kunjungan di akun instagramnya yang menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jabar untuk mengembangkan sistem ekonomi sirkular.

“60 ton sampah botol plastik dari Pulau Bali setiap minggu dikirim ke Jawa Barat untuk diolah okeh teknologi canggih di Padalarang untuk kembali menjadi botol mineral,” kata Ridwan Kamil di laman Instagram.

Ridwan Kamil juga menjelaskan circular economy adalah istilah untuk produk yang dipakai konsumen. Berawal dari sampah yang dikumpulkan, lalu didaur ulang oleh teknologi canggih menjadi produk yang sama persis.

Kemudian dipakai lagi oleh konsumen. Ia juga mengajak publik untuk membudayakan pilah dan kumpulkan sampah plastik untuk bisa didaur ulang.

"Jadi berputar tidak nyampahi lautan," tegasnya.

Teknologi itu dimiliki oleh Namasindo Plas di Padalarang. Di sana, plastik PET plastik diubah menjadi plastik dengan lima tahap untuk kembali menjadi kemasan botol siap pakai. Pabrik itu juga memasok kemasan botol plastik RPET Aqua yang pertama kali diluncurkan pada 2018.

Corporate Communication Director Danone Indonesia Arif Mujahidin membenarkan hal terseebut. Ia menjelaskan target untuk dapat mengumpulkan lebih banyak plastik daripada yang digunakan dan memakai 100% kemasan yang dapat didaur ulang, serta untuk meningkatkan proporsi konten daur ulang dalam botol menjadi 50% pada 2025.

“Saat ini kami telah mampu mengumpulkan lebih dari 12.000 ton plastik kemasan paska konsumsi setiap tahunnya melalui 6 recycling business unit (RBU) di berbagai lokasi di Indonesia sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi ratusan pengumpul sampah dan pendaur ulang. Kemasan plastik paska konsumsi yang telah terkumpul tersebut akan bertransformasi menjadi flakes dan akan mempunyai siklus hidup baru dan diproses kembali menjadi bahan baku botol baru salah satunya melalui kerjasama dengan mitra kami PT. Namasindo Plas,“ ujar Arif.

Arif menambahkan, sejak 1983 perusahaannya memelopori kemasan ramah lingkungan lewat produk kemasan galon yang hingga saat ini membuat 70% bisnis telah sepenuhnya sirkular. Saat ini, seluruh kemasan produk botol telah menggunakan bahan baku plastik daur ulang hingga mencapai 25% dan ditargetkan akan terus meningkat hingga mencapai 50%.

Proses pengumpulan kemasan paskakonsumsi pun ditingkatkan dengan skema kolaborasi dengan berbagai mitra. Seperti aplikasi Octopus untuk maksimalkan pengumpulan botol plastik di Bali dan GrabExpressRecycle yang memfasilitasi konsumen mengirimkan botol dan gelas plastik serta kardus bekas di Jakarta. (OL-8)

 

Baca Juga

Ist

Bank Mandiri Terbitkan Bank Garansi Permudah Proyek Pemerintah

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Mei 2021, 07:00 WIB
Bank Mandiri memiliki kanal digital bagi nasabah untuk mengakses transaksi perdagangan dan Bank Garansi dengan cepat dan mudah yakni...
Dok. Pribadi

Pengembang Properti Dukung Program Work From Bali

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 07 Mei 2021, 01:43 WIB
Tren digital nomad dinilai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, sangat mungkin diterapkan di...
Dok. FedEx Express

International Trade Challenge Kembangkan Jiwa Wirausaha Pelajar

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 07 Mei 2021, 00:49 WIB
Kompetisi itu bertujuan membangkitkan semangat kewirausahaan dan kemampuan berbisnis anak muda...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya