Rabu 21 April 2021, 15:17 WIB

Damai dengan ACCC, Garuda Bayar Denda 19 Juta Dolar Australia

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Damai dengan ACCC, Garuda Bayar Denda 19 Juta Dolar Australia

Antara
Pengunjung mengamati pesawat Garuda Indonesia bercorak khusus di Hanggar GMF AeroAsia Bandara Soekarno Hatta.

 

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) berdamai dengan Australian Competition and Consumer Commission (ACCC) terkait gugatan penetapan harga fuel surcharge di Pengadilan Federal New South Wales, Australia. 

Dengan adanya kesepakatan tersebut, perseroan diwajibkan membayar denda dan biaya perkara ACCC. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Prasetio menjelaskan bahwa perkara hukum perseroan bersama maskapai lain terhadap ACCC terkait penetapan harga fuel surcharge kargo sudah dilaksanakan di Pengadilan Federal New South Wales, Australia.

Baca juga: Garuda Kerahkan Pesawat ATR untuk Distribusi Bantuan Ke NTT

Persidangan di pengadilan tingkat pertama pada 2014 awalnya memutuskan perseroan tidak terbukti bersalah. Kemudian, atas putusan Federal New South Wales Australia, ACCC mengajukan banding dan kasasi ke High Court Australia, yang akhirnya pada 2017 perseroan dinyatakan bersalah melakukan penetapan harga fuel surcharge. 

Untuk menentukan jumlah denda, dikembalikan ke Pengadilan Federal New South Wales. "Pada 2019, Pengadilan New South Wales Australia menjatuhkan putusan denda dengan menghukum perseroan untuk membayar sebesar 19 juta dolar Australia disertai biaya perkara ACCC," ujar Prasetio dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (21/4).

Denda senilai 19 juta dolar Australia setara dengan US$14,6 juta. Lebih lanjut, Prasetio mengungkapkan awalnya perseroan mengajukan banding atas putusan denda tersebut. Namun, putusan Pengadilan Federal New South Wales Australia pada 15 April 2021 telah mengesahkan perjanjian perdamaian antara Perseroan dan ACCC. Garuda pun akhirnya mencabut banding yang telah diajukan.

Baca juga: Korona Paksa Garuda Tunda Bayar Utang dan Tunda Gaji

"Dimana Perseroan akan membayar denda sebesar 19 juta dolar Australia, disertai biaya perkara ACCC secara angsuran selama lima tahun dimulai Desember 2021. Serta, mencabut banding yang telah diajukan sebelumnya," teram

Garuda menyatakan perkara hukum itu bukan hal baru. Namun, sudah berlangsung sejak 2014 dan perseroan secara rutin telah menyampaikan kewajiban keterbukaan informasi terhadap perkembangan sesuai ketentuan yang berlaku.(OL-11)

 

 

Baca Juga

Ant/Dhemas Reviyanto

Dolar Turun Tipis Terpengaruh Info Data Produksi Pabrik AS

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 06:21 WIB
KURS Dolar sedikit melemah pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (19/10), setelah data menunjukkan produksi di pabrik-pabrik AS...
Ant/FB Anggoro

Harga Emas Kembali Turun 2,6 Dolar AS

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 06:05 WIB
HARGA Emas kembali melemah pada akhir perdagangan Senin atau  Selasa pagi WIB (19/10), mencatat kerugian hari kedua...
min.news

Sosiolog UGM Sebut Pekerja Pinjol Adalah Korban

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 00:46 WIB
Hingga saat ini tidak banyak pelamar pekerjaan yang mempertanyakan legalitas perusahaan pemberi tawaran lowongan pekerjaan, termasuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya