Jumat 16 April 2021, 02:00 WIB

KKP Klaim Selamatkan Rp210 M dari Penyelundupan Ikan hingga Benur

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
KKP Klaim Selamatkan Rp210 M dari Penyelundupan Ikan hingga Benur

Antara
Ilustrasi

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) mengklaim telah berhasil selamatkan Rp210 miliar dari aksi penyelundupan perikanan hingga benih lobster atau benur. Total kasus pelanggaran yang terjadi sejak 23 Desember 2020 sampai 14 April 2021 sebanyak 35 kasus.

“Penangkapan aksi penyelundupan BBL ini merupakan sinergi dengan seluruh pihak, baik dari lingkup KKP maupun instansi lain seperti Polri, Kejaksaan, TNI AL, Bea Cukai serta pemerintah daerah juga," kata Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP Rina dalam keterangannya, Kamis (15/4).

Dia mengaku pihaknya melakukan pengawasan ketat di bandara, pelabuhan maupun pintu-pintu perbatasan negara, untuk mengantisipasi terjadinya penyelundupan sumber daya kelautan dan perikanan, termasuk benur.

Rina menyampaikan, pihaknya mencatat beberapa kejadian pelanggaran penyelundupan pada periode tersebut, di antaranya terjadi dua kasus di Tarakan (Kalimantan Utara), tiga kasus di Makassar (Sulawesi Selatan), di Tahuna (Sulawesi Utara) serta Jakarta I masing-masing dua kasus, tiga kasus masing-masing dari Surabaya (Jawa Timur) I dan Mataram (Nusa Tenggara Barat) serta delapan kasus di Jambi.

Sementara untuk modus operandi yang ditemui KKP di lapangan di antaranya menggunakan alat angkut non reguler (carter) dan speed boat, pengeluaran dan/atau pemasukan melalui pelabuhan tangkahan, Adanya oknum yang terlibat dalam membantu penyelundupan, pemalsuan tanda tangan atau stempel pada IPHP (Ijin Pemasukan Hasil Perikanan)

Lalu, modus lainnya pemalsuan SKT (Surat Keterangan Teknis), Sertifikat Kesehatan atau Health Certificate (HC) dan LHU (Laporan Hasil Uji), dan lainnya.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) mencatat telah menangkap 72 kapal ilegal, dengan rincian 12 kapal asing pelaku illegal fishing (5 kapal berbendera Malaysia dan 7 kapal berbendera Vietnam). Sedangkan 60 lainnya merupakan kapal ikan Indonesia yang melakukan pelanggaran operasional.

"Dalam 100 hari kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan, Ditjen PSDKP telah melakukan penangkapan terhadap 72 kapal," ujar Pelaksana tugas (Plt) Dirjen PSDKP, Antam Novambar.

Puluhan kapal tersebut langsung ditangani secara hukum. Saat ini, saat ini, tiga kapal telah diputus pengadilan (inkracht), empat kapal proses persidangan, lima kapal telah dilakukan penyerahan ke Jaksa (P-21 Tahap II), 9 kapal dalam telah P-21 Tahap I, 32 kapal dalam proses penyidikan, 8 kapal diberikan sanksi administrasi dan 11 kapal dalam proses pemeriksaan pendahuluan. Pada proses ini, KKP mengaku bergerak bersama Kejaksaan RI. (OL-8)

Baca Juga

Dok. Kementerian ATR/BPN

Kementerian ATR/BPN Gelar Sosialiasi PP Turunan UU Cipta Kerja Bidang Pengendalian Fungsi Tanah dan Ruang 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 00:11 WIB
Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (Ditjen PPTR) membawahi beberapa PP, yaitu PP Nomor 18 Tahun 2021 tentang...
Dok. Kemendag

UKM Binaan ECP Kemendag Sukses Perluas Pasar Ekspor Furniture ke UEA 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:52 WIB
CV Mebel Internasional merupakan peserta ECP untuk wilayah Jawa Tengah yang berhasil mendapatkan permintaan dari UEA dengan memanfaatkan...
Dok. Diamondland

Ikut Bantu Pencapaian Herd Immunity dan Pemulihan Ekonomi, Diamonland Gelar Vaksinasi Massal 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:06 WIB
Kegiatan itu merupakan bentuk tanggung jawab sosial dalam menyukseskan pencapaian herd immunity melalui vaksinasi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya