Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SECARA kumulatif dalam periode Januari-Maret 2021 (triwulan I 2021), Indonesia memiliki neraca perdagangan surplus sebesar US$5,5 miliar. Hal itu terjadi lantaran di periode yang sama, kinerja ekspor mengalami pertumbuhan 17,11% sedangkan impor hanya tumbuh 10,76%.
Kinerja ekspor dan impor nasional itu merupakan sinyal baik bagi perekonomian nasional. Itu mengindikasikan industri mulai bergeliat dan investasi bergerak. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto berharap tren itu terjaga hingga pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa pulih dan berdiri di zona positif sesuai dengan target pada 2021.
Dengan kenaikan ekspor yang tinggi tentu akan berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi triwulan I. Ini karena kontribusinya sekitar 20%-21% sebagai faktor penambah.
"Impor sebagai faktor pengurang itu sebesar 19%-20%. Jadi dengan performa ekspor dan impor yang bagus selama Januari-Maret tentu dia akan berpengaruh bagus pada pertumbuhan ekonomi triwulan I yang akan kami rilis pada 5 Mei," imbuhnya.
"Perlu saya sampaikan nilai ekspor impor yang baru saja dirilis hanya nilai ekspor dan impor barang. Nanti masih ada tambahan mengenai ekspor impor jasa yang akan menjadi pelengkap dalam penghitungan pertumbuhan ekonomi. Tapi bagusnya pertumbuhan ekspor impor ini akan berpengaruh positif pada triwulan I 2021," pungkas Kecuk, panggilan akrabnya. (OL-14)
Pemerintah berjanji meninjau ulang kebijakan kuota impor daging sapi reguler pada Maret 2026, menyusul keberatan pelaku usaha swasta atas pemangkasan kuota yang dinilai terlalu drastis.
NILAI impor Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Oktober 2025 tercatat mencapai US$1.866.025.235,82.
Dengan pertukaran data berbasis elektronik antarotoritas negara, perubahan atau manipulasi dokumen menjadi sulit dilakukan.
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pada Oktober 2025, ekspor tercatat US$24,24 miliar dan impor US$21,84 miliar sehingga surplus US$2,39 miliar.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan neraca perdagangan barang pada Oktober 2025 mencatatkan surplus sebesar US$2,39 miliar.
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Selain mahasiswa Polstat STIS yang terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi, BPS juga mengerahkan 50 pegawai BPS Pusat, serta pegawai BPS di kabupaten/kota terdampak.
AKHIR 2025 publik dikejutkan hasil tes kemampuan akademik (TKA) jenjang SMA yang menunjukkan rata-rata nilai mata pelajaran wajib berada pada level yang relatif rendah.
Harga cabai rawit yang sempat membubung hingga Rp75.000 per kg, sekarang Rp38.000 per kg. Pun, cabai besar merah harga jual di pedagang Rp40.000 per kg.
BPS mencatat inflasi Desember 2025 sebesar 0,64 persen (mtm). Kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya cabai rawit dan daging ayam, menjadi penyumbang terbesar.
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman memberikan pandangan terkait angka inflasi Desember 2025.
Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi kelompok provinsi dengan tingkat inflasi bulanan tertinggi pada Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved