Minggu 11 April 2021, 11:59 WIB

Sinergi Usaha Besar dan UMKM untuk Memajukan Ekonomi Masyarakat

mediaindonesia.com | Ekonomi
Sinergi Usaha Besar dan UMKM untuk Memajukan Ekonomi Masyarakat

dok.mi
Persaiangan usaha besar vs UMKM akan menimbulkan kesenjangan sosial

 

PERSAINGAN produk perusahaan besar dengan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan kompetisi yang tidak seimbang. Bahkan dapat menciptakan kesenjangan yang semakin lebar. Lantaran itu, usaha besar dengan UMKM harus bersinergi sehingga dapat memajukan perekonomian masyarakat.

Hal ini mengemuka dalam Seminar “Kemitraan Ideal antar Usaha Besar dengan UMKM” yang berlansung di Cilacap, kemarin. Dalam acara tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI, Siti Mukaromah menyampaikan materinya secara daring. Dua narasumber lainnya, Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman dan Komisioner Chandra Setiawan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) hadir dalam acara tersebut.

“Sudah saatnya perusahaan besar dan kecil untuk saling bersinergi dan berkolaborasi untuk memajukan perekonomian masyarakat,” ujar Erma.

Bentuk sinergi tersebut, lanjutnya, UMKM harus menjaga kualitas dan memperbaiki packaging produk agar menarik, modern, bersih dan memenuhi standar apabila produk tersebut masuk di pasar modern ataupun supermarket dan minimarket di pusat maupun di daerah.

Komisioner KPPU, Chandra Setyawan menambahkan bahwa UMKM dalam hal kemitraan dengan usaha besar perlu memiliki produk dengan 3M yakni Mudah didapat, Murah dan Mutu. Dalam hal relasi kemitraan, antara usaha besar dan UMKM juga tetap ada dalam pengawasan KPPU.

“Salah satu larangan dalam kemitraan adalah usaha besar tidak bisa memiliki dan tidak bisa menguasai UMKM,” tegas Chandra.

Yang dimaksud dengan memiliki, lanjutnya, adalah adanya peralihan kepemilikan secara yuridis atas badan usaha/perusahaan dan/atau aset atau kekayaan yang dimiliki Usaha Mikro, Kecil, dan/atau Menengah oleh Usaha Besar sebagai mitra usahanya dalam pelaksanaan hubungan kemitraan.

Sedangkan menguasai berarti adanya peralihan penguasaan secara yuridis atas kegiatan usaha yang dijalankan dan/atau aset atau kekayaan dimiliki Usaha Mikro, Kecil, dan/atau Menengah oleh Usaha Besar sebagai mitra usahanya dalam pelaksanaan hubungan kemitraan.

Sementara itu, Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, mengingatkan bahwa pelaku UMKM harus responsif terhadap perkembangan teknologi informasi dengan memanfaatkan media sosial sebagai salah satu media pemasaran produk. “Saat ini jumlah UMKM Kabupaten Cilacap berjumlah 19.789 UMKM,” kata dia.

Menurutnya, kemitraan bagi UMKM bermanfaat antara lain: meningkatkan produktivitas dan kreativitas usaha, mendapatkan kemudahan akses permodalan, meningkatkan kemampuan dalam manajerial / pengelolaan usaha, menambah jaringan pemasaran prosuk UMKM, meningkatkan kinerja usaha. (OL-13)

Baca Juga: Langgar Lockdown, Polisi Denda 100 Pengunjung di Restoran Paris

 

Baca Juga

AFP/Andre Pain.

Suku Bunga Bank Sentral Eropa Naik 50 Bps

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 03 Februari 2023, 11:00 WIB
Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan tingkat suku bunga 50 bps, mendorong kenaikan dari 2,5% - 2,75% menjadi 3% -...
Daniel ROLAND / AFP

Suku Bunga Bank Sentral Eropa Naik 50 Bps

👤 Fetry Wuryasti 🕔Jumat 03 Februari 2023, 10:58 WIB
Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan tingkat suku bunga 50 bps, mendorong kenaikan dari 2,5% - 2,75% menjadi 3% -...
Antara

Bulog Akan Resmikan Rice Milling Plant di 10 Sentra Produksi Beras Indonesia

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 03 Februari 2023, 10:47 WIB
Pemerintah melalui Perum Bulog akan meresmikan Rice Milling Plant (RMP) pada pertengahan tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya