Sabtu 10 April 2021, 17:18 WIB

Citilink Hubungkan Pangkalan Bun dengan Jakarta dan Semarang

mediaindonesia.com | Ekonomi
Citilink Hubungkan Pangkalan Bun dengan Jakarta dan Semarang

Ist
Bandar Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng).

 

MASKAPAI penerbangan Citilink memperluas konektivitas di wilayah Kalimantan dengan membuka rute penerbangan baru dari Bandar Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng) menuju Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan Bandar Udara Ahmad Yani, Semarang, mulai Sabtu (10/4).

“Dibukanya rute penerbangan baru ini merupakan bentuk komitmen Citilink dalam menyediakan aksesibilitas antarpulau di Indonesia,” ujar Direktur Utama Citilink Juliandra di Cengkareng, Sabtu (10/4).

“Kkhususnya menghubungkan Kalimantan dengan Jawa untuk memudahkan mobilitas masyarakat yang akan bepergian menggunakan transportasi udara baik untuk perjalanan bisnis maupun wisata,” jelas Juliandra.

Penerbangan rute Pangkalan Bun-Jakarta dan Pangkalan Bun-Semarang selanjutnya akan beroperasi setiap hari menggunakan armada ATR 72-600.

Adapun untuk jadwal penerbangannya adalah rute Semarang-Pangkalan Bun nomor penerbangan QG 1470 pukul 07.45 (ETD) dan 09.20 (ETA). Untuk Pangkalan Bun-Jakarta adalah QG 1143 pukul 09.45 (ETD) dan 11.40 (ETA).

Sementara rute Jakarta-Pangkalan Bun dengan nomor penerbangan QG 1144 pukul 12.05 (ETD) dan 14.05 (ETA) dan rute Pangkalan Bun-Semarang bernomor QG 1471 pukul 14.30 (ETD) dan 16.05 (ETA).

ETD adalah waktu keberangkatan (waktu setempat) sementara ETA merupakan waktu kedatangan (waktu setempat).

Pangkalan Bun yang berperan sebagai ibu kota Kotawaringin Barat, terhubung ke beberapa kota perekonomian di Kalimantan seperti Palangkaraya dan Banjarmasin.

Selain itu, Pangkalan Bun juga memiliki berbagai destinasi wisata menarik yang dapat dikunjungi seperti Bundaran Pancasila yaitu taman kota yang menawarkan wisata kuliner.

Di Pangkalan Bun, terdapat Taman Nasional Tanjung Puting yang terkenal dengan cagar alam dan suaka margasatwanya dan  merupakan salah satu daerah konservasi orang utan.

Selain itu, terdapat berbagai wisata alam seperti Sungai Arut dan Pantai Teluk Bogam serta wisata yang bernilai sejarah seperti Desa Pasir Panjang dan Istana Kuning.

“Selain menghubungkan Pangkalan Bun dengan Jakarta dan Semarang, penerbangan ini juga dapat terhubung dengan berbagai kota besar lainnya di Indonesia seperti Denpasar, Medan, Palembang dan Padang,” tuturnya.

“Sehingga diharapkan dapat menarik minat wisatawan yang lebih luas dari seluruh Indonesia serta dapat mengakomodasi kebutuhan perjalanan para pekerja industri, ASN maupun pedagang yang memiliki mobilitas tinggi dari dan menuju Kalimantan,” tambah Juliandra.

Citilink senantiasa tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat di seluruh lini operasional penerbangannya, baik dari sebelum penerbangan, dalam penerbangan, hingga pascapenerbangan dengan mengacu pada ketentuan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

“ Ini untuk dapat memastikan seluruh penerbangan berjalan secara optimal dengan tetap memprioritaskan kesehatan dan keamanan bagi seluruh pelanggan,” katanya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok. Tokopedia

Dua Pelaku UMKM Bertema Budaya ini Sukses Manfaatkan Platform Digital

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 23 Juni 2021, 02:30 WIB
Demi meningkatkan penjualan, Caramia pun memanfaatkan platform digital. Dia mengungkapkan saat ini sekitar 60 persen penjualan Tioria by...
Dok. WOM Finance

WOM Finance Targetkan Rp5 Triliun dari Obligasi Berkelanjutan IV Tahap 1

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 23 Juni 2021, 01:30 WIB
Dana yang didapat dari obligasi akan digunakan sebagai modal kerja WOM Finance untuk menyalurkan...
Dok. Lippo

Minat Investasi Properti Meningkat, Lippo Kembangkan Rumah Tapak di Manado

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 23 Juni 2021, 00:32 WIB
“Data BI menunjukkan mulai ada kenaikan penjualan dan kredit properti. Sektor properti mulai membaik dengan meningkatnya penjualan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya