Rabu 07 April 2021, 18:09 WIB

Gula Pasir Langka di Jawa Timur, Asosiasi Minta Pemerintah Meninja

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Gula Pasir Langka di Jawa Timur, Asosiasi Minta Pemerintah Meninja

Antara
Ilustrasi

 

Ketua Asosiasi Pesantren Entrepreneur Indonesia (APEI) KH. Muhammad Zakki meminta kepada pemerintah melalui Kementerian Perindustrian agar meninjau kembali Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2021 yang menurutnya menyebabkan kelangkaan gula rafinasi di wilayah Jawa Timur.

"Permenperin Nomor 3 Tahun 2021 harus dikaji kembali. Ini pemicu awal sehingga pergolakan industri gula dan untuk suplai di Jawa Timur tidak lagi sekadar langka, tapi tidak ada gula rafinasi," kata Zakki dalam webinar Kebijakan Impor Gula dan Nasib Industri Makanan dan Minuman Jawa Timur, yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Zakki menilai Permenperin Nomor 3 Tahun 2021 tentang Jaminan Ketersediaan Bahan Baku Industri Gula dalam rangka Pemenuhan Kebutuhan Gula Nasional hanya mengizinkan perusahaan gula kristal rafinasi yang memiliki izin usaha industri (IUI) dan persetujuan prinsip sebelum 25 Mei 2010 melakukan importasi gula mentah impor.

Peraturan tersebut dinilainya, membuat pabrik gula rafinasi di Jatim tidak bisa memasok industri makanan minuman karena ketidaktersediaan bahan baku gula mentah.

Zakki mengatakan industri makanan minuman di Jawa Timur harus membeli gula rafinasi pada pabrik-pabrik gula rafinasi yang berlokasi di luar Jatim, seperti di Banten dan Lampung dengan biaya yang tinggi. Hal itu dikarenakan pabrik-pabrik gula di Jawa Timur tidak ada satu pun yang mendapatkan kuota impor gula karena terkendala dengan ketentuan yang ada pada Permenperin Nomor 3 Tahun 2021.

"Kalau saya amati, peraturan ini menurut saya dipaksakan. Karena ada klausul dalam pasal tersebut diberlakukan impor raw sugar untuk rafinasi sebelum tanggal 25 Mei 2010. Ini menurut saya pemaksaan, jadi tidak fair dan akan terjadi monopoli, oligopoli, keberpihakan, persaingan tidak sehat," kata dia.

Dia menerangkan saat ini banyak UMKM di sektor makanan dan minuman yang dilakukan oleh para santri mengalami kesulitan karena tidak memiliki bahan baku gula untuk membuat produknya.

Terlebih lagi, kata Zakki, di masa bulan suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri biasanya permintaan terhadap produk makanan dan minuman meningkat. Dia menyebutkan pelaku UMKM akan kehilangan momen tersebut karena langkanya gula rafinasi di Jawa Timur. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Dok:  Citi Indonesia

Citi Indonesia Tegaskan Komitmen Pelayanan Nasabah Consumer Bank

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 19 April 2021, 09:16 WIB
CEO Citi Indonesia Batara Sianturi menyatakan pihaknya memiliki bisnis Consumer yang kuat dan menguntungkan di Indonesia sekaligus memiliki...
DOK KEMENPERIN

Hannover Messe: Ajang Indonesia Tampilkan Kemampuan Industri 4.0

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 19 April 2021, 07:00 WIB
Hannover Messe 2021 Digital Edition diikuti 1.800 ekshibitor yang menampilkan lebih dari 7.000 produk. Indonesia sendiri menampilkan...
DOK PT POS INDONESIA.

Bangun Ekonomi Kerakyatan, Pos Indonesia Gagas Agen Pos Pesantren

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 19 April 2021, 05:00 WIB
Hingga Juni 2021 mendatang, Pos Indonesia menargetkan bisa memiliki 1.000 Agen Pos di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jalan Tol dan PKT untuk Ekonomi yang Lebih Baik

Pembangunan jalan tol sejatinya berpengaruh terhadap roda perekonomian bahkan sejak mulai tahap perencanaan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya