Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut diperlukan koordinasi dan kerja sama multisektoral dan multi-stakeholder bersama seluruh komponen untuk mewujudkan sustainable ocean economy (SOE) atau ekonomi kelautan berkelanjutan.
Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja menjabarkan ada tiga tantangan utama dalam mewujudkan rencana tersebut. Pertama, perlunya dukungan internasional dalam menjadikan aktivitas perdagangan plasma nutfah, salah satunya Benih Bening Lobster (BBL) yang dikategorikan sebagai tindakan Illegal, Unreported, dan Unregulated (IUU) Fishing.
Tantangan kedua ialah penetapan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 714 Laut Banda sebagai lokasi bebas tangkapan (no take zone) atau green environment. Terakhir, diperlukan kesetaraan dalam menentukan tarif masuk produk perikanan ke negara-negara lain, agar pasokan pangan terutama yang dari laut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Ekonomi kelautan berkelanjutan itu tidak mungkin bisa dicapai tanpa koordinasi dan kerja sama multisektoral dan multi stakeholder. Sebagai contoh, Ocean financing membutuhkan upaya bersama untuk koordinasi penanaman modal dan investasi biru berkelanjutan sektor laut," jelas Sjarief dalam keterangannya, Rabu (31/3).
Lalu, dia juga menyebut, distribusi pemanfaatan kekayaan laut yang adil untuk seluruh masyarakat Indonesia atau icean equitymembutuhkan peran aktif dunia usaha.
Sementara itu, lanjut Sjarief, penyadaran akan kecintaan terhadap laut atau ocean knowledge juga dianggap membutuhkan kerja sama dan partisipasi dunia pendidikan dan kelompok masyarakat.
Baca juga: KKP Digitalisasi Layanan Pelabuhan Guna Keselamatan Nelayan
Pihaknya memaparkan, data dari The Global Change Institute - University of Queensland dan The Boston Consulting Group (BCG) pada 2015 mempublikasikan studi bahwa total kekayaan laut dunia mencapai US$24 triliun. Sedangkan, kontribusi sektor kelautan dunia terhadap GDP per tahun mencapai US$2,5 triliun.
Kemudian, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia FAO pada 2020 melaporkan, potensi sektor kelautan dan perikanan Indonesia diperkirakan mencapai 120–70 Miliar USD. Data ini menempatkan Indonesia di pada urutan ketiga ekonomi perikanan secara global setelah Tiongkok dan Peru.
Diluar sektor perikanan, berdasarkan data dari Conservation International tahun 2019, Indonesia dikatakan juga memiliki potensi ekosistem mangrove terbesar yang menyimpan 3,14 juta ton karbon dengan nilai US$47,1 juta.
Sedangkan, Ocean Science Journal tahun 2019 juga melaporkan bahwa Indonesia memiliki ekosistem lamun yang berpotensi menyimpan 7,4 megaton karbon setiap tahun dengan nilai US$111 juta. Data yang dipaparkan KKP tersebut diharapkan menjadi acuan untuk mewujudkan ekonomi kelautan yang berkelanjutan.(OL-5)
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Ini tentunya mesti diuji, baik di tingkat konsep maupun fakta sehingga kita bisa berharap semua itu menjadi nyata bagi upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
EKONOMI global diproyeksikan tumbuh 3,3% menurut IMF dan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,1%.
Menteri KKP menjelaskan polemik anggaran kapal yang disebut sudah cair oleh Menkeu. Industri galangan belum terima order karena proses pengadaan masih berjalan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
MENTERI Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono merespons pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dana pembelian kapal.
Ia menegaskan akan meminta persoalan tersebut segera ditangani agar tidak berulang dan tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap aktivitas nelayan.
KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan pendampingan pada keluarga tiga korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang disewa KKP.
TIM SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua berjenis kelamin perempuan, dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di lereng Gunung Bulusaraung namun belum dievakuasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved