Kamis 25 Maret 2021, 21:16 WIB

BRI Bagikan Dividen Rp12,1 Triliun

Fetry Wuryasti | Ekonomi
BRI Bagikan Dividen Rp12,1 Triliun

Antara/Adwit B Pramono.
Sejumlah warga berolahraga di taman kota di pinggiran Sungai Dendengan Dalam di Manado, Sulawesi Utara, beberapa waktu lalu.

 

RAPAT Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2021 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyetujui pembayaran dividen sebesar 65% dari laba bersih konsolidasian tahun 2020 sebesar Rp18,6 triliun. Dividen yang dibagikan BRI di tahun ini mencapai Rp12,1 triliun.

Dividen milik Republik Indonesia dengan kepemilikan saham sekurang-kurangnya 56,75% atau sebesar Rp6,88 triliun akan disetorkan ke pada rekening kas umum negara. Sisanya sebesar 35% atau sebesar Rp6,5 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menyatakan, rasio dividen tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. "Serta dalam rangka menjaga struktur modal yang kuat untuk ekspansi bisnis dan mengantisipasi risiko ke depan yang mungkin terjadi dalam pengelolaan bank," kata Catur dalam RUPST BRI secara virtual, Kamis (25/3).

Dividen pay out ratio tahun buku 2020 meningkat bila dibandingkan dengan dividen pay out ratio tahun buku 2019 sebesar 60%. "Sesuai dengan tahapan implementasi Basel III, perseroan ingin menjaga tingkat rasio kecukupan modal (CAR) di atas 18%. Selain itu, perseroan masih memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh, baik secara organik maupun anorganik," kata Catur.

RUPST juga memberikan wewenang dan kuasa kepada pemegang saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan bagi anggota Dewan Komisaris berupa besarnya tantiem untuk Tahun Buku 2020 serta gaji/honorarium, tunjangan, fasilitas, dan insentif lain untuk Tahun Buku 2021. Secara umum kinerja keuangan konsolidasian terus bertumbuh. Per 31 Desember 2020, total aset mencapai Rp1.511,8 triliun atau tumbuh 6,7% (yoy).

Pertumbuhan kredit BRI sebesar 3,9% (yoy) atau menjadi Rp938,4 triliun dengan komposisi kredit segmen UMKM mencapai 82,1%. NPL gros BRI tercatat 2,99%.

Dana pihak ketiga berhasil tumbuh 9,8% pada 2020 menjadi Rp1.121,1 triliun dengan rasio dana murah (CASA) sebesar 59,7%. "Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp18,66 triliun," kata Catur. (OL-14)

Baca Juga

Dok. INPP

Jawab Kebutuhan Masyarakat, INPP Fokus Garap Hunian Mixed Use 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 26 November 2021, 23:31 WIB
Sejak 2017, INPP juga melanjutkan pengembangan kawasan mixed-use Sahid Kuta Lifestyle Resort yang sebelumnya terdiri dari beachwalk...
Antara

Tapering Off AS Belum Pengaruhi Pergerakan Suku Bunga BI

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 26 November 2021, 22:25 WIB
The Fed memutuskan untuk mulai melakukan pengurangan pembelian obligasi (tapering off) di bulan November...
Dok.Pri

Tingkatkan Penjualan, Ciputra International Hadir di 360 Virtual Marketing Gallery Experience

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 26 November 2021, 22:16 WIB
Ciputra Group me-launching virtual marketing gallery experience untuk proyek superblock Ciputra International, Jakarta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya