Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA bagian Humas Kementerian Pertanian, Arief Cahyono menyatakan penurunan harga gabah jelang panen raya menjadi tanda produksi beras yang akan melimpah.
"Penurunan harga gabah saat ini menjadi tanda produksi melimpah di tengah panen raya," kata Arief kepada Media Indonesia, Rabu (24/3).
Kementan sendiri memprediksi pada Maret hingga April 2021 menjadi puncak panen raya bagi petani. Sehingga seluruh elemen dari kementerian, Perum Bulog, hingga petani harus bekerja maksimal.
"Karenanya penyerapan gabah petani harus diperkuat bulog sesuai dengan penugasan dalam Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2015," ujarnya.
"Harga juga dipengaruhi faktor lainnya. Namun, yang paling penting saat ini butuh intervensi pemerintah untuk menjaga harga stabil dan baik," tambahnya.
Sebelumnya, Ombudsman mengungkapkan penurunan harga gabah juga dipicu dari musim hujan dan musim panas. Karena jika memasuki musim hujan kada air pada gabah mengalami tinggi sehingga sulit melakukan penyuburan sehingga penanganan gabah di penggilingan memerlukan ekstra biaya karena harus dikeringkan. Ekstra biaya tersebut di kompensasi dengan rendahnya penawaran harga beli oleh tengkulak kepada petani.
Merujuk dari data Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian penurunan harga gabah sepanjang pekan kedua dan ketiga Maret 2021 di beberapa wilayah produsen beras seperti Subang Jawa Barat, Blora, dan Kendal Jawa Tengah bahwa harga gabah kering turun 2,3% selama 10 hari ini. (OL-13)
Baca Juga: Petani Kecewa Impor Beras tetap Dilakukan
Amran menilai, praktik penyelundupan pangan sebagai tindakan yang mencederai kepentingan bangsa dan petani.
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan stok cadangan beras pemerintah (CBP) hingga 2029 di angka 4 juta ton.
Aceh menjadi wilayah dengan prioritas tertinggi karena tingkat dampak bencana yang berat serta sejumlah daerah yang aksesnya sempat terputus.
MEMASUKI 2026 pemerintahan Kabinet Merah Putih terlihat sedang euforia merayakan pencapaian swasembada beras 2025.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Sebanyak 1,5 juta ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan disalurkan untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Di sisi distribusi, Bulog telah menyalurkan vantuan pangan sebesar 708 ribu ton sebagai perlindungan sosial bagi masyarakat rentan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved