Selasa 23 Maret 2021, 13:21 WIB

Vaksinasi Covid-19 Timbulkan Optimisme dalam Aktivitas Ekonomi

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Vaksinasi Covid-19 Timbulkan Optimisme dalam Aktivitas Ekonomi

Dok. Ipsos
Survei Ipsos mengenai optimisme publik Asia Tenggara terhadap penanganan Covid-19

 

PROGRAM vaksinasi Covid-19 yang mulai berjalan pada 13 Januari di Indonesia, menimbulkan optimisme publik dalam penanganan pandemi di Tanah Air. Dalam survei terbaru lembaga riset pasar global, Ipsos menunjukkan, publik Indonesia paling optimistis terhadap penanganan pandemi melalui vaksin dibanding negara Asia Tenggara lainnya. 

Indonesia bersama dengan Vietnam dalam survei yang digelar pada 4- 15 Februari 2021 di 6 negara Asia Tenggara itu, juga merekam keinginan besar publik untuk segera mendapatkan vaksinasi agar bisa segera beraktivitas normal. Indonesia juga negara dengan tingkat pemahaman mengenai vaksin yang cukup baik berdasarkan survei Ipsos. 

Di sisi lain, perekonomian negara di Asia Tenggara masih dalam tekanan akibat pandemi, tak terkecuali Indonesia. Berdasarkan hasil survei Ipsos pada gelombang ketiga ini, 30% masyarakat negara Asia Tenggara merasa situasi ekonomi negara meraka saat ini baik. Untuk Indonesia sendiri, 25% masyarakat mengakui ekonomi nasional saat ini baik.

Melihat 6 bulan ke depan, 42% masyarakat Asia Tenggara yakin perekonomian akan membaik. Indonesia sendiri konsisten muncul sebagai negara paling optimis di antara negeri Asia Tenggara lain, akan adanya pemulihan dan peningkatan ekonomi nasional dalam 6 bulan ke depan, dengan presentase 76%. 

"Daripada hasil survei kedua, optimisme ini meningkat 1% (75% masyarakat optimis di survei September 2020). Meskipun peningkatannya terlihat kurang signifikan, Indonesia jauh lebih unggul dibandingkan negara lain yang tingkat optimismenya lebih rendah dan justru cenderung mengalami penurunan dari survei gelombang kedua (September 2020) dan ketiga (Februari 2021), seperti Filipina berada diperingkat kedua (49%), Singapura (37%),Vietnam (35%) dan Thailand (30%), dan Malaysia (24%)," kata Soeprapto Tan  Managing Director Ipsos Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/3). 

Soeprapto menambahkan, hasil survei juga mengungkapkan bahwa sebagian besar masyarakat Asia Tenggara optimistis akan adanya pemulihan pendapatan dalam 6 bulan ke depan. Di Indonesia sendiri, 31% masyarakat optimis pendapatan mereka akan pulih dan meningkat, 45% berpendapat akan sama dengan saat ini, dan 24% berpendapat mungkin akan memburuk. 

Selama, pandemi produk industri rumahan atau bisnis mikro adalah yang paling sedikit terimbas oleh pandemi (42%) dibandingkan sebelum pandemi turun 2%. 

Baca juga : Garuda Indonesia Kembali Gelar Travel Fair Secara Daring

"Sedangkan produk industri kecil menengah, 44% masyarakat Indonesia masih membeli selama pandemi, dibandingkan sebelum pandemi, mengalami penurunan 10% namun masih memegang porsi tertinggi bersama dengan industri mikro (dibandingkan dengan industri produk bermerek dalam negeri dan produk bermerek luar negeri)," ujar Soeprapto. 

Selama pandemi, mayoritas masyarakat Indonesia mengaku lebih memilih membeli produk UMKM melalui e-commerce (64%), media sosial (33%), aplikasi transportasi online (33%), minimarket atau toko tradisional (30%). Adapun produk UMKM yang paling banyak dibeli selama pandemi adalah makanan 55% seperti makanan beku / frozen atau siap dimasak (ready to cook), minuman 53%, seperti minuman kopi, dan buah segar 53%. Dan ketiga kategori produk UMKM tersebut masih akan tetap diminati selama 2021 ini, makanan atau kuliner (66%), minuman (58%), dan buah (52%). 

Di samping itu, 73% masyarakat Indonesia berpendapat bahwa program stimulus yang diberikan Pemerintah untuk industri UMKM sangat membantu mereka untuk bertahan selama pandemi Covid-19. 

Dari hasil survei Ipsos, diketahui bahwa semakin banyak masyarakat Indonesia yang sudah beradaptasi dan terbiasa dengan rutinitas pandemi serta penerapan gaya hidup baru. Adapun pada survei gelombang kedua (September 2020) sebesar 51%, kemudian naik menjadi 57% pada survei ketiga ini (Februari 2021).

Dalm hal konsumsi, hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat Asia Tenggara masih lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas belanja (81%). Masyarakat Indonesia dan Filipina adalah yang paling berhati-hati dalam mengatur pengeluaran mereka (86%). Terkait pembelian dalam jumlah besar (major purchase), 67% masyarakat di Asia Tenggara mengakui masih meredam niat mereka seperti rumah dan mobil. 

Kategori produk masakan rumahan (42%), produk kebersihan (36%), dan produk perawatan diri (27%) masih menjadi tiga besar kategori produk yang sangat diminati masyarakat. Sedangkan untuk kategori travel (20%), pakaian (15%), dan aktivitas budaya (11%) mengalami peningkatan minat beli atau konsumsi masyarakat Asia Tenggara. 

Aktivitas perjalanan yang mulai diminati, lanjut Soeprarto, merupakan dampak dari diberlakukannya kebijakan wajib swab/tes antigen yang mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat Indonesia. 

"71% masyarakat setuju akan penerapan kebijakan ini (swab/antigen) dan yakin dapat menurunkan angka kasus positif. Sedangkan 54% masyarakat yang tidak setuju disebabkan oleh faktor harga yang dirasa mahal untuk melakukan swab antigen," pungkas Soeprapto. (RO/OL-7) 

Baca Juga

Dok. Kemenkominfo

Presidensi G20 Kesempatan Indonesia Jadi Hub Rantai Pasokan Dunia 

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 01 Desember 2021, 22:57 WIB
"Ini kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukan cara menghandle covid yang relative cukup baik untuk menunjukan diri sebagi hub baru...
Dok. Petrokimia Gresik

Petrokimia Gresik Raih Penghargaan Industri Hijau Level 5 

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 01 Desember 2021, 22:47 WIB
"Petrokimia Gresik senantiasa menerapkan prinsip industri hijau secara konsisten guna meningkatkan daya saing...
DOK Pribadi.

Pasar Mobile Printer Tumbuh, Zebra Perluas Service Center

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Desember 2021, 22:17 WIB
Ekspansi service center itu menunjukkan komitmen serius Zebra bagi pelanggannya di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya