Selasa 09 Maret 2021, 11:35 WIB

Tetap Optimistis di Masa Pandemi Covid-19

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Tetap Optimistis di Masa Pandemi Covid-19

Dok.AAJI
Acara laporan kinerja Kuartal IV Tahun 2020 industri asuransi jiwa yang diadakan secara virtual.

 

PANDEMI covid-19 yang terjadi di banyak negara memang menjadi bencana bagi banyak sektor usaha. Namun hal itu tentu tidak berlaku di semua sektor.

Ada beberapa sektor usaha yang tetap bisa bertahan atau bahkan ada yang justru berkembang. Salah satunya usaha yang bertahan adalah sektor usaha asuransi. Banyaknya masyarakat yang khawatir akan tertular ataupun dengan takut kondisi perekonomian yang tidak pasti, membuat mereka berharap pada perusahaan asuransi,

Baca juga: Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Kuartal III Turun 25,1%

Diungkapkan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), industri asuransi jiwa mencatat adanya tren peningkatan kinerja di Kuartal IV 2020, yaitu peningkatan pada pendapatan, pendapatan premi, hasil investasi dan pembayaran Klaim, dan manfaat kepada nasabah. Peningkatan kinerja pada Kuartal IV 2020 didorong oleh membaiknya ekonomi makro, peningkatan kesadaran masyarakat akan perlunya perlindungan asuransi jiwa.

Data perbandingan Kuartal IV 2019 dan Kuartal IV 2020 masih menunjukkan sedikit perlambatan di beberapa kategori, seperti total pendapatan, dan total klaim akibat pandemi covid-19. Namun AAJI optimistis akan perkembangan industri asuransi jiwa.

“Adanya tren peningkatan kinerja industri di Kuartal IV – 2020 dihasilkan dari berbagai faktor, baik eksternal maupun internal, salah satunya peningkatan kondisi ekonomi kita serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebutuhan perlindungan jiwa. Di samping itu juga didorong inovasi dan strategi pelaku industri asuransi jiwa dalam menghadapi kondisi pandemi covid-19.  Industri asuransi jiwa meningkatkan kolaborasi serta memperkuat saluran distribusi untuk dapat terus menjangkau nasabah walaupun dengan segala keterbatasan aturan selama masa pandemi ini,” cetus Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI, Fauzi Arfan dalam acara laporan kinerja Kuartal IV 2020 industri asuransi jiwa yang diadakan secara virtual, Selasa (9/3).

Data AAJI menunjukkan peningkatan pendapatan dari Kuartal III 2020 ke Kuartal IV 2020 sebesar 81,7%, dari Rp 50,56 triliun di Kuartal III 2020, menjadi Rp91,86 triliun di Kuartal IV 2020. Perbaikan lain terlihat pada investasi, yang jika dibandingkan dengan Kuartal III 2020, selama Kuartal IV  2020 AAJI mencatatkan Hasil Investasi sebesar Rp35,52 triliun.

Namun, meski pendapatan industri asuransi jiwa dari Kuartal III 2020 ke Kuartal IV 2020 meningkat, jika Kuartal IV 2020 dibandingkan dengan Kuartal IV 2019, tercatat perlambatan Total Pendapatan sebesar 8,6%. Sedangkan untuk Hasil Investasi, sebesar Rp 17,95 pada Kuartal IV 2020 tercatat melambat dibandingkan Rp23,53 triliun pada Kuartal IV 2019 yang disebabkan oleh kondisi pasar modal di Indonesia yang kurang kondusif hingga Q4 2020.

Beberapa poin penting yang mendorong kinerja positif industri asuransi jiwa, kata Fauzi antara lain, meningkatkan kolaborasi dengan pihak-pihak dalam ekosistem industri. Kemudian berorientasi kepada nasabah.

Menurut Ketua Bidang Operasional dan Perlindungan Konsumen AAJI sama seperti industri lain, pandemi covid-19 turut berdampak pada industri asuransi jiwa. " Namun kami tetap berkomitmen untuk melakukan pembayaran total Klaim dan Manfaat mengalami peningkatan di Kuartal IV Tahun 2020, jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, ini sejalan dengan peran industri asuransi jiwa dalam mensejahterakan bangsa.”

“Menurut AAJI, perlambatan Nilai Tebus pada Kuartal IV 2020 dibandingkan dengan Kuartal III 2020 menunjukkan kecenderungan berkurangnya masyarakat yang membutuhkan uang tunai untuk kebutuhan sehari-hari terutama di tengah mulai membaiknya kondisi ekonomi saat ini. Sebagai bagian dari edukasi kami kepada konsumen tentang pengelolaan keuangan, kami menyarankan masyarakat bahwa apabila membutuhkan dana, sebaiknya tidak melakukan klaim polis yang ditebus (surrender), melainkan melakukan klaim Partial Withdrawal agar tetap mendapatkan dana untuk kebutuhan hidup dan asuransi tetap berjalan, sehingga nasabah tetap mendapatkan perlindungan asuransi dan mengatur keuangan,” ujarnya.

“Sebagai ujung tombak dari industri asuransi jiwa, peranan agen sangat krusial, bukan hanya dalam mendorong pertumbuhan industri namun juga untuk memberikan pemahaman yang tepat akan kebutuhan proteksi kesehatan dan finansial masyarakat Indonesia. Kami di AAJI telah menjalankan beberapa kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah keagenan dan profesionalisme mereka," tambah Kepala Departemen Komunikasi AAJI, Nini Sumohandoyo.

“Demikian harapan kami kepada otoritas terkait agar penetrasi asuransi jiwa meningkat dan semakin banyak anggota masyarakat yang memiliki perlindungan jiwa sesuai dengan peran asuransi jiwa dalam turut serta mensejahterakan masyarakat,” uajr Nini. (RO/A-1)

Baca Juga

ANTARA

Terima SMS Penawaran Pinjol, OJK: Sudah Pasti Ilegal!

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 12:42 WIB
jika ada tautan yang dikirimkan melalui SMS terkait pinjol, jangan asal diklik, lantaran rawan pencurian data dari calon peminjam oleh...
dok Yayasan Erick Tohir

Yayasan Erick Thohir Beri Dampak Perekonomian dengan Genjot Program Social Healing

👤RO/Micom 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 11:03 WIB
Program ini bentuk upaya memulihkan kondisi trauma sosial yang ada di masyarakat akibat...
 ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Bahlil: Taiwan akan Investasi Kendaraan dan Skuter Listrik di Indonesia

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 10:29 WIB
Bahlil Lahadalia menyatakan, produsen elektronik multinasional asal Taiwan, Foxconn, menaruh minat besar terhadap investasi industri...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya