Jumat 27 November 2020, 12:41 WIB

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Kuartal III Turun 25,1%

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Kuartal III Turun 25,1%

ANTARA/FANNY OCTAVIANUS
Ilustrasi Asuransi.

 

KETUA Bidang Marketing dan Komunikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Wiroyo Karsono, mengatakan pada kuartal III-2020 terjadi penurunan pendapatan industri asuransi jiwa sebesar 25,1%, (yoy) dari Rp 165,08 triliun pada 2019 menjadi Rp 123,56 triliun pada 2020.

Secara antar kuartal, pendapatan asuransi jiwa pada kuartal III-2020 mengalami perlambatan sebesar 30,5% dari Rp 73,3 triliun pada kuartal II menjadi Rp 50,94 triliun pada kuartal III.

Baca juga: Pemerintah Terus Dorong Industri Baterai Lithium

"Total pendapatan mengalami perlambatan karena melambatnya premi dan investasi," kata Wiroyo, pada konferensi pers paparan kinerja kuartal III industri asuransi, Jumat (27/11).

Pendapatan premi industri asuransi jiwa kuartal III-2020 melambat 7,9% (yoy) dari Rp 145,41 triliun di 2019 menjadi Rp 133,99 triliun. Namun antar kuartal, premi mengalami pertumbuhan 2,5% dari Rp 44,18 triliun, menjadi Rp 45,29 triliun.

Total pendapatan premi lanjutan melambat 1,9% (yoy) dari Rp 54,91 triliun menjadi Rp 53,87 triliun. Antar kuartal premi lanjutan tumbuh 7,1% dari Rp 17 triliun di kuartal II menjadi Rp18,2 triliun di kuartal III.

Sedangkan untuk pendapatan dari premi baru pada kuartal III-2020 melambat 11,5% dari Rp 90,51 triliun di 2019 menjadi Rp 80,13 triliun di 2020. Antar kuartal, premi baru turut melambat 0,3% dari Rp 27,19 triliun pada kuartal II menjadi Rp 27,09 triliun di kuartal III.

"Ini merupakan indikasi positif dan didorong oleh premi lanjutan. Artinya nasabah tetap melanjutkan polisnya dan membayar premi sehingga premi lanjutan tumbuh. Ini menjadi dasar AAJI optimistis pada kuartal IV nanti pertumbuhan akan semakin baik," kata Wiroyo.

Perlambatan pendapatan asuransi jiwa disebabkan oleh hasil investasi yang melambat sebesar 252,8% (yoy) dari Rp11,50 triliun di kuartal III Tahun 2019 menjadi Rp -17,57 triliun di 2020. Antar kuartal, investasi juga melambat 84,6% dari Rp26,23 triliun di kuartal II menjadi Rp4,05 triliun di kuartal III.

"Investasi di industri manapun menjalani tahun berat kali ini karena pendapatan yang berkurang. Namun kita lihat investasi di kuartal I Rp -47,85%. Sedangkan sudah positif di kuartal II dan III. Kalau kami lihat kondisi dari pasar modal dan Surat Berharga Negara (SBN), kami harapkan kuartal IV positifnya lebih besar. Sehingga pendapatan akan membaik," kata Wiroyo. (OL-6)

Baca Juga

Antara

BEI Implementasikan IDX Industrial Classification

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 25 Januari 2021, 15:39 WIB
BEI mengimplementasikan klasifikasi industri baru pengganti Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA), yaitu IDX Industrial...
Dok.Istimewa

Pengembang Properti Dituntut Inovasi Rilis Proyek Anyar

👤Heryadi 🕔Senin 25 Januari 2021, 15:13 WIB
Di masa pandemi ini peluang penjualan properti masih terbuka selama pengembang mampu melihat peluang yang...
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Jokowi Minta BKPM Cari Investasi Senilai Rp900 Triliun

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Januari 2021, 15:11 WIB
Target yang tinggi tersebut, dikatakan Bahlil, seiring dengan pelaksanaan vaksinasi covid-19 oleh pemerintah yang sudah berjalan saat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya